PARADAPOS.COM - Yogyakarta akan memberangkatkan calon jemaah haji dengan profil usia yang sangat beragam pada musim haji 2026 mendatang. Dari ribuan jemaah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terdapat kisah menarik dari beberapa calon haji muda, termasuk Ashila Metta (23) yang didaftarkan orang tuanya sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
Kisah Calon Haji Muda: Dari Warisan hingga Pengganti
Ashila Metta, warga Kota Yogyakarta, mengungkapkan bahwa pendaftarannya untuk menunaikan ibadah haji telah dilakukan sejak belasan tahun lalu. Saat itu, ia masih berusia sekitar 12 tahun dan duduk di kelas 6 SD.
"Didaftarkan (haji) orang tua waktu masih SD," tuturnya di Yogyakarta, Senin (20 April 2026).
Kini, setelah menunggu bertahun-tahun, Ashila mulai mempersiapkan diri secara fisik dan mental untuk berangkat. Persiapan itu ia jalani bersama sang ibu, yang akan menemaninya ke Tanah Suci.
"(Mendaftar) haji dulu sama ibu, jadi berangkatnya bareng ibu. Kalau bapak menunggu jadwal dengan adik," jelas Ashila.
Kisah serupa datang dari Septia Qoiriah (23), warga Kabupaten Sleman. Ia mendapatkan kesempatan berhaji setelah menggantikan posisi ayahnya yang telah meninggal dunia lima tahun lalu.
"Kalau saya (berhaji karena) bapak sudah meninggal, terus menggantikan bapak," ujar Septia.
Perempuan muda itu mengaku cukup terkejut mendapatkan panggilan haji di usianya yang masih terbilang muda. Namun, rasa syukur yang mendalam membuatnya bertekad untuk menjalani ibadah tersebut sebaik mungkin.
"Alhamdulillah itu semua panggilan dari Allah. Jadi sebisa mungkin memaksimalkan," ungkapnya.
Peta Demografi Jemaah Haji Yogyakarta 2026
Keberagaman usia jemaah haji asal DIY pada tahun 2026 ini menjadi catatan tersendiri. Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah DIY, Jauhar Mosthofa, memaparkan data yang menunjukkan spektrum usia yang sangat luas.
Kelompok usia 46-60 tahun memang mendominasi dengan 1.721 orang, diikuti usia 61-75 tahun sebanyak 1.321 orang. Namun, yang menarik, terdapat 124 jemaah berusia 13-30 tahun, dan bahkan 5 jemaah yang usianya di atas 91 tahun.
"Usia 13 - 30 tahun sebanyak 124 orang, serta jemaah sangat lanjut usia di atas 91 tahun sebanyak 5 orang. Dari sisi gender, jemaah wanita mencapai 2.095 orang, sementara jemaah pria 1.757 orang," papar Jauhar.
Dari data tersebut, tercatat nama Fania Ulayah (14) dari Bantul sebagai jemaah termuda, yang berangkat menggantikan orang tuanya yang telah wafat. Di sisi lain, Mardijiono Kartosentono (102), seorang petani dari Piyungan, Bantul, akan menjadi jemaah tertua.
Kuota Meningkat dan Persiapan Logistik
Untuk musim haji 2026, kuota jemaah haji reguler DIY mengalami penambahan signifikan, dari semula 3.147 menjadi 3.748 jemaah. Dengan memasukkan petugas dan mutasi, total jemaah yang akan berangkat dari DIY mencapai 3.830 orang, di mana 187 di antaranya masuk kategori prioritas lansia.
"Kuota jemaah haji DIY bertambah dari semula 3.147 menjadi 3.748 jemaah. Total dengan petugas dan mutasi, maka jemaah yang berangkat dari DIY mencapai 3.830 orang," jelas Jauhar Mosthofa.
Rencananya, seluruh jemaah akan diterbangkan dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dalam 11 kloter. Meski sebagian jemaah gelombang pertama akan menempati hotel di wilayah Misfalah, Makkah, yang berjarak sekitar 2-2,5 kilometer dari Masjidil Haram, pemerintah telah menyiapkan fasilitas transportasi pendukung.
"Namun, masyarakat tidak perlu khawatir karena bus salawat akan beroperasi selama 24 jam penuh untuk memfasilitasi pergerakan jemaah," tandas Jauhar, menegaskan komitmen layanan kepada jemaah meski di tengah kondisi padat di Arab Saudi.
Artikel Terkait
70 Unit Hunian Tetap Korban Bencana Tapanuli Utara Ditargetkan Rampung Mei 2026
Program Makan Bergizi Gratis Pacu Stabilitas Harga Sayuran di Boyolali
Gempa M 7,4 Guncang Iwate Jepang, KBRI Tokyo Pantau Kondisi WNI
KLHK Perketat Penegakan Hukum Pasca-Longsor Tewaskan 7 Orang di TPST Bantargebang