Pemulihan Kepercayaan UEA-Iran Butuh Waktu Lama Usai Diserang Ribuan Rudal dan Drone

- Sabtu, 25 April 2026 | 12:25 WIB
Pemulihan Kepercayaan UEA-Iran Butuh Waktu Lama Usai Diserang Ribuan Rudal dan Drone
PARADAPOS.COM - Penasihat Presiden Uni Emirat Arab, Anwar Gargash, menyatakan bahwa pemulihan kepercayaan antara Abu Dhabi dan Teheran akan memakan waktu sangat lama, menyusul eskalasi konflik Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang berdampak langsung pada negara-negara Teluk. Pernyataan ini disampaikan dalam forum World Policy Conference di Chantilly, Prancis, di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz dan kebuntuan perundingan damai yang dimediasi Pakistan.

Dampak Serangan Rudal dan Drone

Berbicara di hadapan para peserta forum, Gargash menegaskan bahwa hubungan bilateral tidak bisa dipulihkan dalam waktu dekat. Ia merujuk pada serangan besar-besaran yang dialami kawasan tersebut. “Anda tidak bisa berbicara soal (memulihkan) kepercayaan usai diserang dengan 2.800 rudal dan drone. Sudah pasti itu akan memakan waktu sangat lama,” tegasnya, dikutip dari laporan media, Sabtu, 25 April 2026. Gargash mengklaim bahwa sekitar 89 persen serangan Iran menyasar target sipil, termasuk infrastruktur energi. Menurutnya, tindakan Teheran tersebut menunjukkan bahwa negara-negara Teluk Arab tidak menjadi pertimbangan utama dalam strategi Iran. “Bagi kawasan, termasuk Uni Emirat Arab dan negara lain, Iran akan dipandang sebagai ancaman strategis,” ujarnya.

Eskalasi Konflik dan Dampak Regional

Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran membalas dengan menargetkan sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk, termasuk UEA yang ikut terkena imbas serangan rudal. Meskipun gencatan senjata telah disepakati pada awal bulan ini, upaya perundingan damai yang dimediasi Pakistan mengalami kebuntuan dalam beberapa hari terakhir. Situasi ini membuat prospek perdamaian masih jauh dari kata pasti. Kini, perhatian beralih ke Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair dunia. Iran dilaporkan membatasi akses di wilayah tersebut sebagai respons atas konflik. Di sisi lain, Amerika Serikat menerapkan blokade terhadap pelabuhan Iran, memperkeruh suasana di jalur pelayaran strategis itu.

Pengaruh Israel di Kawasan

Dalam kesempatan terpisah, Gargash sebelumnya juga menyatakan bahwa pengaruh Israel di kawasan Teluk berpotensi meningkat sebagai dampak dari strategi Iran. Pandangan ini menambah dimensi baru dalam dinamika geopolitik yang sedang berlangsung, di mana setiap langkah militer dan diplomatik saling memengaruhi.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar