PARADAPOS.COM - Seorang pria berinisial IAS ditangkap aparat Kepolisian Resor Bojonegoro, Jawa Timur, setelah membobol kotak amal di empat masjid dan musala. Uang hasil pencurian itu, menurut penyidik, seluruhnya digunakan tersangka sebagai modal bermain judi online. Aksi terakhir pelaku terjadi di Masjid Al-Qosim, Kelurahan Klangon, dan terbongkar setelah terekam kamera pengawas.
Motif di Balik Pembobolan Kotak Amal
Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Cipto Dwi Leksono mengungkapkan bahwa uang hasil kejahatan tersebut sudah tidak tersisa saat pemeriksaan dilakukan. “Untuk uangnya, saat kami lakukan pengecekan sudah habis semua. Uangnya habis dibuat untuk judi online,” jelasnya, Sabtu (25/4/2026).
Lokasi dan Modus Operandi
Selain Masjid Al-Qosim, polisi mendapati tiga tempat ibadah lain yang menjadi sasaran IAS. Keempat lokasi itu tersebar di wilayah perkotaan Bojonegoro, meliputi Masjid Al Islah di Jalan Basuki Rahmad, Kelurahan Sukorejo, musala Al Hidayah di Jalan Panglima Sudirman, serta sebuah masjid di perumahan Jalan Ade Irma.
Cipto menerangkan bahwa tersangka tidak bekerja secara spontan. Setiap aksinya direncanakan dengan matang. IAS membawa obeng sebagai alat untuk merusak pengaman kotak amal. Dengan peralatan itu, ia mampu mengosongkan isi kotak dalam waktu singkat tanpa menimbulkan kecurigaan warga sekitar.
Penangkapan Berawal dari Rekaman CCTV
Keberhasilan pengungkapan kasus ini bermula dari rekaman kamera pengawas di Masjid Al-Qosim. Rekaman itu memperlihatkan gerak-gerik mencurigakan IAS saat menjalankan aksinya. Dari situ, petugas kemudian melacak dan menangkap tersangka untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Goldman Sachs: Guncangan Pasokan Tak Separah Perkiraan, Dolar AS Tetap Kuat
Polresta Jogja Tetapkan 13 Orang Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha
Wakil Ketua MPR Apresiasi Perpres Pembentukan Ditjen Pesantren, Dorong Implementasi Konkret
150 Perempuan Bikers Meriahkan Hari Kartini di Bandung dengan Kebaya dan Motor