PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi Banten, bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banten dan Perum Damri, resmi meluncurkan layanan bus wisata budaya menuju kawasan adat Badui dengan tarif promo Rp1 melalui metode pembayaran QRIS tap. Peluncuran berlangsung di Alun-alun Kota Serang pada Minggu, sebagai respons atas tingginya minat masyarakat untuk berkunjung ke kawasan adat tersebut. Layanan ini berlaku untuk rute Serang-Ciboleger selama satu bulan ke depan.
Tarif Promo dan Sistem Pembayaran Digital
Gubernur Banten, Andra Soni, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan kelanjutan dari program transportasi umum terintegrasi TransBanten yang sudah beroperasi. Menurutnya, kolaborasi dengan BI Banten dan Perum Damri memungkinkan masyarakat menikmati tarif yang sangat terjangkau.
"Berkat dukungan dari BI Banten dan Perum Damri, kita melaksanakan launching QRIS tap untuk transportasi wisata budaya Badui jurusan Serang-Ciboleger. Selama satu bulan ke depan, masyarakat cukup membayar Rp1 menggunakan QRIS," ujar Andra usai acara peluncuran.
Dukungan Data Pengguna QRIS
Langkah ini didorong oleh tingginya penetrasi pengguna QRIS di Banten. Andra menyebut, dari total 60 juta pengguna QRIS di seluruh Indonesia, sekitar 3 juta di antaranya berasal dari Banten. Angka ini dinilai cukup besar secara proporsional terhadap jumlah penduduk dan diharapkan dapat terus dioptimalkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah.
Rencana Pengembangan ke Destinasi Lain
Pemprov Banten tidak berhenti di sini. Mereka berencana mengembangkan layanan serupa untuk daerah wisata lainnya di Banten. Tujuannya jelas: memberikan kenyamanan mobilitas bagi masyarakat sekaligus mendorong sektor pariwisata lokal.
Sementara itu, Kepala BI Banten, Ameriza M. Moesa, mengapresiasi langkah Pemprov Banten yang terus mendorong digitalisasi sarana transportasi publik, khususnya di jalur pariwisata. Baginya, ini adalah contoh nyata bagaimana teknologi bisa menjembatani akses masyarakat ke destinasi budaya.
Di lapangan, suasana peluncuran terlihat meriah. Sejumlah warga antusias mencoba langsung sistem pembayaran tap tersebut. Beberapa di antaranya mengaku baru pertama kali menggunakan QRIS untuk transportasi umum. “Ini memudahkan, tidak perlu repot bawa uang tunai,” ujar seorang pengunjung yang ditemui di lokasi.
Dengan adanya layanan ini, diharapkan kunjungan ke kawasan adat Badui semakin meningkat, sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata berbasis digital di Banten.
Artikel Terkait
Ketua TP PKK Tri Tito Karnavian Ajak Perempuan Lawan Pelecehan di Ruang Fisik dan Digital
Survei Salesforce: Hanya 33% Pekerja di Indonesia Dapat Pelatihan AI dari Perusahaan
Pengesahan UU PPRT Dinilai Langkah Strategis Perkuat Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Gelandangan Dikira Preman, Dipukuli Massa Usai Palak dan Banting Gitar Pengamen di Bogor