Menteri Rosan: Investasi Kunci Pacu Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di Tengah Tekanan Global

- Jumat, 08 Mei 2026 | 08:25 WIB
Menteri Rosan: Investasi Kunci Pacu Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di Tengah Tekanan Global
PARADAPOS.COM - Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan P Roeslani, menyatakan bahwa investasi menjadi kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga delapan persen di tengah tekanan global. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026. Ia mengungkapkan bahwa pada kuartal I 2026, ekonomi nasional tumbuh 5,61 persen, dengan kontribusi investasi mencapai sekitar 31 hingga 32 persen terhadap total pertumbuhan. Angka ini meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang hanya berkisar 27 hingga 28 persen.

Kontribusi Investasi Meningkat, Konsumsi Domestik Masih Dominan

Menurut Rosan, konsumsi domestik tetap menjadi penopang terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, investasi kini menempati posisi kedua sebagai kontributor utama. “Kontribusi terbesar bagi pertumbuhan ekonomi kita datang dari konsumsi domestik yang kuat. Yang kedua datang dari investasi,” ujarnya. Ia menambahkan, investasi menyumbang sekitar 1,79 persen dari total pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen. Angka ini menunjukkan peran signifikan sektor investasi dalam menggerakkan roda ekonomi nasional.

Target Investasi 2026: USD123,7 Miliar untuk Pertumbuhan Delapan Persen

Pemerintah menargetkan realisasi investasi sebesar USD123,7 miliar pada tahun 2026. Target ini dinilai krusial untuk mencapai pertumbuhan ekonomi delapan persen yang dicanangkan. Rosan menjelaskan, selama periode 2014 hingga 2024, realisasi investasi Indonesia mencapai sekitar USD552,6 miliar. Untuk lima tahun ke depan, pemerintah membidik angka yang jauh lebih besar, yakni USD789,9 miliar. “Untuk lima tahun ke depan, angkanya adalah USD789,9 miliar. Itulah angka yang harus kita capai untuk mencapai pertumbuhan delapan persen itu. Ini bisa dicapai jika kita semua bekerja bersama, melakukan kolaborasi, melakukan sinergi,” tegasnya. Ia menekankan bahwa pencapaian target tersebut membutuhkan kerja sama erat antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional. Tanpa kolaborasi yang solid, target ambisius itu sulit direalisasikan.

Realisasi Kuartal I 2026 dan Lapangan Kerja yang Tercipta

Pada kuartal I 2026, realisasi investasi Indonesia tercatat mencapai sekitar USD30,2 miliar. Angka ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru. Rosan menyebutkan, investasi pada periode tersebut berhasil menciptakan sekitar 706.659 lapangan kerja. Hal ini menunjukkan bahwa investasi tidak hanya mendorong angka pertumbuhan, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata.

Negara Investor Terbesar dan Peran Hilirisasi

Singapura masih menjadi investor asing langsung terbesar di Indonesia. Posisi berikutnya ditempati oleh Hong Kong, Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Belanda. Menurut Rosan, sekitar 30 persen kontribusi investasi nasional saat ini berasal dari program hilirisasi, terutama di sektor mineral dan energi. Pemerintah pun terus mendorong hilirisasi di sektor lain, seperti kehutanan, minyak dan gas, perikanan, kelautan, serta komoditas pertanian. “Mengapa kita melakukan hilirisasi di nikel? 42 persen cadangan nikel dunia ada di Indonesia dan jika melihat bauksit, tembaga, kita nomor dua cadangan dunia,” jelasnya. Ia menambahkan, hilirisasi tidak hanya bertujuan meningkatkan ekspor komoditas. Lebih dari itu, kebijakan ini dirancang untuk memperkuat nilai tambah industri nasional dan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang terus berubah.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar