PARADAPOS.COM - Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan bahwa seorang warga yang sebelumnya diduga terinfeksi hantavirus dinyatakan negatif. Hasil laboratorium dari Kementerian Kesehatan RI yang keluar dua hari lalu mengonfirmasi tidak adanya kasus positif penyakit zoonosis tersebut di wilayah setempat. Kepala Dinkes Kulon Progo, Susilaningsih, menyampaikan klarifikasi ini pada Minggu, menepis kekhawatiran masyarakat yang sempat muncul.
Hasil Laboratorium Kemenkes Memastikan Negatif
Susilaningsih menjelaskan bahwa proses klarifikasi dilakukan secara berjenjang. Setelah pemeriksaan laboratorium oleh Kemenkes, Dinkes Kabupaten Kulon Progo bersama Dinkes Provinsi DIY turun langsung memverifikasi data.
"Iya, (hasilnya) negatif. Ini informasi dari Kemenkes, Dinas Kesehatan DIY sudah klarifikasi ke pusat. Jadi di Kulon Progo tidak ada kasus di manusia yang positif hantavirus," ujarnya.
Sebelumnya, satu warga dilaporkan sebagai suspek dan menjalani serangkaian tes. Namun, hasil akhir memastikan bahwa dugaan awal tersebut tidak terbukti.
Imbauan Kewaspadaan Meski Negatif
Meskipun hasilnya negatif, pihak Dinkes tidak ingin masyarakat lengah. Susilaningsih menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit yang dibawa oleh hewan pengerat, terutama tikus.
"Ya, karena memang sebagai perantara virus itu hewan pengerat, seperti tikus. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk berperilaku hidup bersih dan sehat," jelasnya.
Ia menambahkan, kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas di sawah atau mengikuti kerja bakti lingkungan bisa menjadi langkah efektif. Langkah ini dinilai mampu membunuh kuman atau bakteri yang mungkin terbawa.
"Selalu terapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan kebersihan di lingkungan agar tikus itu tidak masuk ke rumah, sehingga penularannya bisa dicegah. Kan penularan bisa lewat luka, kencingnya tikus, dan sebagainya," katanya.
Langkah Pencegahan di Lingkungan Rumah
Dinkes Kulon Progo juga mengingatkan warga untuk selalu menutup makanan yang ada di rumah. Membersihkan sarang atau tempat berkembang biak tikus di sekitar rumah juga menjadi prioritas. Upaya ini dinilai penting untuk memutus rantai penularan penyakit.
Catatan Kasus Hantavirus di DIY
Berdasarkan data tahun 2025, kasus hantavirus pertama kali ditemukan di DIY pada enam orang dengan hasil positif dari surveilans sentinel rutin. Susilaningsih menegaskan bahwa keenam pasien tersebut sembuh total, tidak ada kasus kematian, dan tidak ditemukan kasus tambahan.
Sementara itu, memasuki awal tahun 2026 hingga saat ini, belum ada laporan kasus positif hantavirus dari sentinel rutin yang telah diperiksa laboratorium. Hal ini menunjukkan bahwa situasi tetap terkendali.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polri Perkuat Rekrutmen Penyandang Disabilitas demi Wujudkan Institusi Inklusif
Fenomena Marapthon Reza Arap Dinilai Jadi Cermin Perubahan Kebiasaan Konsumsi Media Digital
Timnas Indonesia Kunci Dua Kemenangan Beruntun, John Herdman Soroti Pentingnya Momentum
Erick Thohir Sambut Positif Shin Tae-yong Latih Persija: Tanda Kualitas Liga Indonesia Semakin Membaik