PARADAPOS.COM - Calon Ketua Umum BPP HIPMI nomor urut 1, Reynaldo Bryan, mendorong penerapan skema mandatory partnership antara korporasi besar dan pengusaha daerah. Gagasan ini ia sampaikan dalam Debat Kandidat Pertama Calon Ketua Umum BPP HIPMI yang berlangsung di Jambi pada Jumat (9/5). Menurutnya, skema ini menjadi strategi untuk mempercepat UMKM naik kelas dan memperkuat struktur ekonomi nasional.
Hilirisasi Harus Melibatkan Pengusaha Lokal
Dalam forum debat tersebut, Reynaldo menekankan bahwa kebijakan hilirisasi dan investasi nasional tidak boleh hanya menguntungkan perusahaan besar. Ia menilai, sudah saatnya investasi besar membuka ruang pertumbuhan bagi pengusaha lokal dan UMKM di daerah. Suasana debat berlangsung dinamis, dengan para kandidat saling memaparkan visi mereka untuk organisasi pengusaha muda tersebut.
“Hilirisasi tidak boleh hanya dinikmati korporasi besar. Harus ada mandatory partnership antara investor besar dan pengusaha daerah agar tercipta ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Reynaldo.
Pernyataan itu langsung mendapat perhatian peserta debat. Reynaldo kemudian menjelaskan bahwa pola kemitraan wajib ini dapat menjadi jalan percepatan transfer kapasitas bisnis. Ia juga menyebutkan akses pasar dan penguatan rantai pasok nasional bagi UMKM serta pengusaha muda daerah sebagai manfaat lain dari skema tersebut.
Potensi Besar yang Belum Tergarap
Selama ini, menurut pengamatan Reynaldo, banyak pengusaha daerah memiliki kemampuan dan potensi besar. Namun, mereka belum mendapatkan akses yang cukup terhadap proyek strategis, pembiayaan, maupun jaringan industri nasional. Kondisi ini, lanjutnya, menjadi salah satu hambatan utama dalam pemerataan pertumbuhan ekonomi.
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan lebih banyak pengusaha yang naik kelas, lebih kompetitif, dan mampu menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi nasional,” kata dia.
Untuk mengatasi hal tersebut, Reynaldo menegaskan bahwa HIPMI harus mengambil peran aktif. Organisasi ini, jelasnya, perlu menjadi jembatan kolaborasi antara korporasi besar, investor, pemerintah, dan pelaku usaha daerah.
Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Dalam kesempatan yang sama, Reynaldo juga menyoroti target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen. Menurutnya, target ambisius itu hanya dapat dicapai apabila UMKM dan pengusaha daerah menjadi bagian utama dari pembangunan ekonomi. Ia pun mendorong penguatan akses pasar, pendanaan, digitalisasi usaha, pelatihan, serta advokasi bagi anggota HIPMI di seluruh Indonesia.
Reynaldo mengusung visi “Revitalisasi HIPMI menjadi lokomotif pengusaha muda mendukung asta cita melalui pemberdayaan anggota untuk ekonomi daerah, ekonomi nasional dan daya saing global”. Visi ini membawa agenda pemerataan pertumbuhan ekonomi melalui kolaborasi lintas sektor dan daerah.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Xi Jinping ke Trump: AS dan Tiongkok Harus Jadi Mitra, Bukan Saingan
Kulon Progo Bebas PMK Jelang Iduladha 2026, Fokus Pengawasan Beralih ke Ternak Luar Daerah
Sekretaris BNPP Tinjau Kesiapan Terminal Barang Internasional PLBN Motaain untuk Perkuat Perdagangan Indonesia-Timor Leste
Prabowo Peringatkan Ancaman El Nino Godzilla di KTT ASEAN, Desak Penguatan Ketahanan Pangan Regional