PARADAPOS.COM - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengungkap modus pelarian ekstrem buronan kelas kakap jaringan internasional, Lukmanul Hakim. Pria yang disebut sebagai otak peredaran narkotika lintas negara Indonesia-Malaysia itu diduga nekat menjalani operasi plastik pada wajahnya dan mengganti status kewarganegaraan. Informasi ini disampaikan langsung oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, dalam keterangan tertulis pada Rabu, 20 Mei 2026.
Wajah Berubah Drastis, Polri Buat Sketsa Baru
Berdasarkan pengakuan seorang tersangka bernama Andre Fernando, perubahan fisik Lukmanul Hakim sangat signifikan. “Berdasarkan keterangan tersangka Andre Fernando, terakhir kali bertemu pada 2024, yang bersangkutan (Lukmanul Hakim) diduga telah melakukan operasi plastik pada bagian wajah. Sehingga, terdapat perbedaan signifikan dengan foto yang dimiliki oleh penyidik saat ini,” jelas Brigjen Eko Hadi Santoso.
Menanggapi hal itu, Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bergerak cepat. Mereka menggandeng Pusat Inafis Bareskrim Polri untuk membuat sketsa perkiraan wajah terbaru pelaku. Rekonstruksi wajah forensik ini dilaporkan telah rampung pada Senin, 18 Mei 2026.
Dari Aceh ke Karibia: Jejak Buronan yang Berubah Kewarganegaraan
Lukmanul Hakim, yang juga dikenal dengan nama Hendra atau Pak Haji, merupakan warga negara Indonesia asal Aceh. Ia diduga kuat menjadi otak sekaligus pengendali peredaran narkotika lintas negara antara Indonesia dan Malaysia melalui sindikat yang dipimpin Andre Fernando, yang dijuluki The Doctor.
Tak hanya merombak bentuk wajah, Lukmanul Hakim juga mempersulit proses pelacakan antarnegara dengan memalsukan identitas kedaulatannya. Saat ini, ia diketahui berdomisili di Malaysia. Lebih dari itu, ia terindikasi telah berpindah kewarganegaraan menjadi warga negara Saint Kitts and Nevis, sebuah negara kepulauan di kawasan Karibia.
Langkah Perburuan: Tiga Versi Foto dalam Satu Lembar DPO
Sebagai langkah perburuan masif, Polri kini tengah menyiapkan format baru Daftar Pencarian Orang (DPO). Dalam lembar DPO tersebut, polisi akan melampirkan tiga versi foto pelaku sekaligus. Pertama, foto asli sebelum operasi plastik. Kedua dan ketiga, dua hasil sketsa dugaan bentuk wajah teranyar pasca-operasi. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi perubahan penampilan yang bisa menyulitkan identifikasi di lapangan.
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Prabowo Ungkap Underinvoicing Sebabkan Gaji Guru dan ASN Kecil, Negara Rugi Rp5.300 Triliun
Ibu Jurnalis Republika yang Hilang Kontak di Gaza Syok Putranya Diduga Diculik Tentara Israel
Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 ke DPR
Pakar UI: Keamanan Pasokan Energi Lebih Penting daripada Harga Murah di Tengah Krisis Geopolitik