Sembilan WNI Ditangkap Israel di Perairan Internasional, Kini Jalani Pemeriksaan di Pelabuhan Ashdod

- Rabu, 20 Mei 2026 | 14:50 WIB
Sembilan WNI Ditangkap Israel di Perairan Internasional, Kini Jalani Pemeriksaan di Pelabuhan Ashdod

PARADAPOS.COM - Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap oleh otoritas Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla kini diketahui berada di Kota Ashdod, sebuah kota pelabuhan terbesar di Israel yang berjarak sekitar 40 kilometer dari perbatasan Gaza. Informasi ini disampaikan oleh Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, di Jakarta pada Rabu (20/5/2026). Para aktivis tersebut diintersep di perairan internasional saat berupaya menembus blokade angkatan laut Israel. Andi memastikan, berdasarkan laporan yang diterimanya dari sumber yang memiliki akses langsung ke lokasi, kondisi kesembilan WNI itu dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Mereka saat ini tengah menjalani serangkaian proses pemeriksaan dan interogasi.

Lokasi dan Proses Pemeriksaan

Andi mengungkapkan bahwa para WNI yang ditangkap telah melewati tahap awal pemeriksaan. Tahap ini, menurutnya, merupakan prosedur standar yang diterapkan Israel terhadap siapa pun yang diintersep di laut.

"Di kota Ashdod, itu kota pelabuhan, satu kota pelabuhan terbesar di Israel, sekitar 40 km dari Kota Gaza," jelasnya saat dihubungi di Jakarta.

Ia menambahkan, biasanya kapal-kapal yang dihadang di perairan internasional akan digiring langsung ke pelabuhan Ashdod. Di sanalah para aktivis akan diperiksa, diinterogasi, dan dicek kelengkapan dokumennya. Proses ini berlangsung di bawah pengawasan ketat otoritas setempat.

Kondisi Para WNI

Meski berada dalam tahanan, Andi menegaskan bahwa kabar yang ia terima cukup menggembirakan. Ia mendapat informasi dari seseorang yang memiliki akses langsung komunikasi dengan pihak di Israel, meskipun ia enggan menyebutkan identitas sumbernya.

"Alhamdulillah kesembilan WNI kita itu dianggap aman, tidak ada kaitan dengan organisasi teroris," ucapnya.

Ia menjelaskan, pada tahap pertama pemeriksaan, fokus utama adalah memastikan bahwa para tahanan tidak memiliki hubungan dengan organisasi teroris, tidak memiliki catatan kriminal, dan tidak membawa senjata. Setelah dinyatakan lolos dari tahap tersebut, proses dilanjutkan ke pemeriksaan dokumen.

Tahapan Selanjutnya

Andi menyebut bahwa para WNI yang ditangkap sudah melewati tahap pertama, yakni pengecekan. Kini, mereka tengah menunggu proses selanjutnya yang berkaitan dengan verifikasi identitas dan dokumen perjalanan.

Ia menjelaskan, pada tahap pertama itu mereka yang ditangkap akan dipastikan tidak ada hubungan dengan organisasi teroris, kriminal atau membawa senjata. Setelah dinyatakan aman, barulah dokumen-dokumen mereka diperiksa lebih lanjut.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar