PARADAPOS.COM - PT PLN (Persero) UIP3B Sumatra mendorong transformasi pola komunikasi krisis di era digital dengan membekali petugas lapangan kemampuan Mobile Journalism (Mojo). Langkah ini dipicu oleh pengalaman penanganan bencana di Aceh, di mana para petugas bekerja tanpa henti selama sebulan penuh. Pelatihan jurnalistik multiplatform digelar di Pusdiklat PLN Ragunan, Jakarta Selatan, pada Kamis, 21 Mei 2026, sebagai upaya mempercepat penyebaran informasi akurat langsung dari lokasi kejadian.
Pengalaman Bencana Aceh Jadi Pemantik Perubahan
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UIP3B Sumatra, Andi Pratama, menuturkan bahwa peristiwa di Aceh menjadi titik balik bagi pendekatan komunikasi perusahaan.
"Waktu itu perjuangan teman-teman kita di lapangan selama satu bulan non-stop, bahkan 24 jam kita tidak stop, kita bagi shift," ujar Andi di sela-sela workshop.
Suasana di lokasi pelatihan terlihat sibuk. Puluhan peserta dari berbagai unit tampak antusias memegang gawai mereka, berlatih mengambil gambar dan merekam video. Instruktur dari Media Academy Media Group memberikan arahan langsung, sesekali menyela untuk memperbaiki teknik pengambilan sudut pandang.
Petugas Lapangan Wajib Abadikan Momen Krusial
Andi menjelaskan, arahan pimpinan PLN sangat tegas: setiap momen krusial di lapangan wajib diabadikan. Bukan sekadar dokumentasi internal, melainkan untuk menunjukkan dedikasi dan perjuangan para petugas kepada publik.
"Setiap kejadian di unit, kami harus bisa langsung create dan take the moment secepat mungkin," ungkapnya.
Pelatihan ini membekali petugas dengan keterampilan memproduksi konten visual secara mandiri. Mereka diajarkan cara menyusun narasi, mengambil gambar yang informatif, serta mengedit video singkat langsung dari smartphone. Harapannya, informasi dari lokasi bencana atau gangguan listrik bisa tayang dalam hitungan menit, bukan lagi jam.
Komitmen Transparansi Informasi dalam Hitungan Menit
Langkah ini menjadi fondasi PLN dalam mengubah pola komunikasi ke arah yang lebih responsif dan terbuka. Perusahaan menuntut transparansi informasi yang terukur secara waktu.
"Semakin cepat diinformasikan, pelanggan akan merasa tenang karena tahu penyebabnya. Setiap berita yang naik harus bisa kita antisipasi dan kita konfirmasi sedini mungkin," ucap Andi.
Suasana ruang pelatihan terasa hangat saat para peserta berdiskusi tentang tantangan di lapangan. Beberapa dari mereka bercerita tentang kesulitan mendapatkan sinyal di daerah terpencil, sementara yang lain bertanya tentang etika mengambil gambar korban bencana. Diskusi berlangsung cair, menunjukkan bahwa transformasi ini bukan sekadar soal teknologi, melainkan juga perubahan pola pikir.
Dengan bekal kemampuan Mojo ini, PLN UIP3B Sumatra berharap setiap insiden dapat terdokumentasi dengan baik dan masyarakat mendapatkan informasi yang cepat, akurat, serta menenangkan.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Puluhan Dubes dan 40 Negara Ramaikan IVCA 2026 di Prambanan, Gowes Onthel Dorong Wisata Ramah Lingkungan
PGN Amankan Pasokan Gas Pipa dan LNG Lewat Sejumlah Kesepakatan di IPA Convex 2026
Pemprov Jateng Bangun VIP Room Baru di Lanud Adi Soemarmo Rp12,6 Miliar untuk Tamu Negara dan Haji
Kuasa Hukum Dokter Tifa Yakin Kasus Ijazah Palsu Jokowi Tak Lanjut ke Sidang karena Belum Ada P21