PBB Kecam Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Delapan Warga, Picu Pengungsian Baru

- Jumat, 29 Mei 2026 | 10:25 WIB
PBB Kecam Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Delapan Warga, Picu Pengungsian Baru
PARADAPOS.COM - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis, 28 Mei 2026, menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi serangan Israel di Lebanon selatan yang menewaskan sedikitnya delapan orang, termasuk anak-anak. Gelombang pengungsian baru pun kembali melanda wilayah tersebut, memperparah situasi kemanusiaan yang sudah rapuh. Serangan ini terjadi di tengah perayaan Iduladha, tepat sehari setelah militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga di selatan Sungai Zahrani.

Korban Jiwa dan Serangan di Tengah Perayaan

Media resmi Lebanon melaporkan bahwa enam anggota dari satu keluarga, termasuk anak-anak, tewas akibat serangan drone di jalan raya Adloun, Distrik Zahrani. Insiden nahas itu terjadi pada Kamis dini hari, saat warga tengah merayakan Iduladha. Dua orang lainnya dilaporkan tewas dalam serangan terpisah yang menyasar sebuah sepeda motor di Kota Tyre. Tak hanya itu, serangan lain juga menghantam sebuah apartemen di sebelah timur Sidon. Otoritas setempat hingga kini belum merilis angka pasti korban jiwa dan luka-luka dari insiden tersebut, namun laporan awal menyebutkan adanya korban tambahan.

Peringatan Evakuasi dan Aktivitas Militer Israel

Sehari sebelum serangan terjadi, militer Israel telah mengeluarkan peringatan evakuasi bagi penduduk yang tinggal di wilayah selatan Sungai Zahrani. Israel menyatakan bahwa pihaknya akan menargetkan posisi kelompok Hizbullah yang berada di kawasan tersebut. Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengungkapkan bahwa Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) mencatat sekitar 670 lintasan proyektil pada Rabu. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku pada 17 April. “Kami kembali mendesak semua pihak untuk menghormati penghentian permusuhan dan menghentikan serangan lebih lanjut,” ujar Dujarric, dikutip dari media setempat, Jumat, 29 Mei 2026. PBB juga mencatat adanya peningkatan signifikan aktivitas militer Israel. Selain serangan udara, terlihat pergerakan kendaraan lapis baja, operasi teknik militer, dan dugaan penyusupan darat di utara Sungai Litani. Organisasi dunia itu terus menjalin komunikasi dengan kedua belah pihak guna mendorong penurunan eskalasi dan penerapan Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB.

Dampak Kemanusiaan yang Meluas

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) memperingatkan bahwa perintah evakuasi yang dikeluarkan dalam 48 jam terakhir telah berdampak langsung pada ratusan ribu warga di selatan Sungai Zahrani. Banyak keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka dalam kondisi darurat. “Keluarga sekali lagi dipaksa meninggalkan rumah mereka dalam kondisi yang tidak manusiawi,” tutur Dujarric. Situasi di lapangan masih terus berkembang. Para pengamat khawatir bahwa tanpa adanya tekanan diplomatik yang kuat, kekerasan dapat meluas lebih jauh dan memicu krisis kemanusiaan yang lebih dalam di kawasan tersebut.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler