Noel Desak Prabowo Rangkul PDIP dan Habib Rizieq Cegah Eskalasi Politik Jelang Juni-Juli 2026

- Jumat, 05 Juni 2026 | 08:25 WIB
Noel Desak Prabowo Rangkul PDIP dan Habib Rizieq Cegah Eskalasi Politik Jelang Juni-Juli 2026
PARADAPOS.COM - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera merangkul PDI Perjuangan dan kelompok yang dipimpin Habib Rizieq Shihab. Pernyataan ini ia sampaikan di tengah klaimnya bahwa konsolidasi politik dari berbagai elemen oposisi telah matang dan berpotensi memicu eskalasi serupa peristiwa Reformasi 1998 pada Juni hingga Juli 2026. Menurut Noel, langkah merangkul dua kekuatan tersebut menjadi krusial untuk memperkuat stabilitas pemerintahan yang saat ini menghadapi ancaman gejolak besar.

Ancaman yang Tidak Boleh Diremehkan

Peringatan itu disampaikan Noel usai menghadiri persidangan vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026). Dengan nada serius, ia menjelaskan bahwa Prabowo membutuhkan mitra yang memiliki loyalitas politik dan ideologis yang kokoh. “Pak Prabowo harus mampu mencari kawan yang strategis dan kawan loyal. Pertama, kawan loyal dan partai loyal adalah partai PDIP. Kedua, barisan Habib Rizieq yang hari ini luar biasa punya loyalitas kepemimpinannya, dan PDI-P juga punya loyalitas ideologis,” tuturnya kepada awak media. Noel menegaskan bahwa ancaman terhadap pemerintahan bukanlah isapan jempol belaka. Ia mengklaim telah melihat langsung konsolidasi yang dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat. “Saya coba ingatkan Pak Prabowo, dalam bulan Juni-Juli ini akan ada peristiwa besar, ada eskalasi politik yang ujungnya adalah menggulingkan pemerintahan Prabowo. Dan konsolidasi ini sudah selesai dan sudah matang. Konsolidasi sipil, konsolidasi mahasiswa, konsolidasi buruh, konsolidasi kelompok civil society dan semuanya. Tinggal satu, butuh satu pemicu,” ungkapnya.

Indikator Ekonomi sebagai Alarm Awal

Lebih lanjut, Noel menyoroti kondisi ekonomi yang menurutnya menjadi pemantik utama ketidakpuasan publik. Pelemahan nilai tukar rupiah dan tekanan pada pasar saham disebut sebagai indikator awal yang tidak bisa diabaikan. “Kita sudah lihat dolar semakin tinggi, Indeks Harga Saham Gabungan kita juga udah babak belur. Itu adalah salah satu indikator bahwa ke depan nanti ada gejolak sosial yang indikatornya adalah gejolak ekonomi,” jelasnya. Suasana di sekitar gedung pengadilan sore itu terasa panas, namun Noel tetap tenang saat menyampaikan analisisnya. Ia mengingatkan bahwa tekanan ekonomi seringkali menjadi katalis yang menyulut keresahan yang sudah lama terpendam.

Pesan untuk Prabowo: Pilih Sekutu Sejati

Noel kemudian memberikan nasihat langsung kepada Presiden. Ia meminta Prabowo untuk lebih selektif dalam memilih mitra koalisi. Menurutnya, pemerintahan saat ini membutuhkan sekutu yang memiliki komitmen jangka panjang, bukan sekadar mereka yang mendekat karena kepentingan sesaat. “Jangan cari partai yang ke sana ke mari dan jangan cari kawan yang hanya orientasinya jabatan dan uang. Kasihan Pak Prabowo, beliau orientasi kerakyatan udah luar biasa,” pungkasnya.

Dinamika Politik yang Semakin Memanas

Pernyataan Noel muncul di tengah hiruk-pikuk politik nasional yang kian intens. Hubungan antara Prabowo dengan PDIP dan kelompok Islam garis keras belakangan ini menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan. Spekulasi tentang ketegangan internal koalisi pemerintahan juga turut mewarnai pemberitaan, ditambah dengan isu-isu ekonomi yang semakin membebani masyarakat kelas bawah. Apakah Prabowo akan mengikuti saran ini dan secara lebih intens merangkul PDIP serta Habib Rizieq? Hanya waktu yang bisa menjawab. Namun, peringatan Noel tentang potensi ‘98 Jilid 2’ jelas menjadi alarm keras bagi pemerintahan saat ini untuk lebih waspada terhadap gejolak yang mungkin terjadi dalam waktu dekat.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar