Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Capai 71,13 Persen, Ditargetkan Rampung 20 Juni 2026

- Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:50 WIB
Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Capai 71,13 Persen, Ditargetkan Rampung 20 Juni 2026
PARADAPOS.COM - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengawal percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II agar fasilitas pendidikan tersebut dapat dimanfaatkan pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Hingga 4 Juni 2026, rata-rata progres fisik di 93 lokasi telah mencapai 71,13 persen, dengan lima lokasi mencatat progres tertinggi di atas 84 persen. Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa koordinasi lintas pihak dilakukan hampir setiap hari untuk memastikan target penyelesaian pada 20 Juni 2026 tercapai.

Lima Lokasi dengan Progres Tertinggi

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian PU, lima lokasi Sekolah Rakyat mencatat progres fisik tertinggi dan masuk dalam zona hijau percepatan. Kelima lokasi tersebut adalah:
  • Kota Semarang, Jawa Tengah: 86,58 persen
  • Kabupaten Sragen, Jawa Tengah: 86,09 persen
  • Kota Bengkulu, Bengkulu: 85,77 persen
  • Kota Medan, Sumatera Utara: 85,69 persen
  • Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan: 84,83 persen
Capaian ini menempatkan kelimanya sebagai yang terdepan di antara total 93 lokasi yang tengah dibangun. Di Kota Semarang, misalnya, bangunan sekolah mulai menunjukkan wujud yang utuh. Gedung-gedung pendidikan, asrama, hingga berbagai fasilitas penunjang terus dikebut penyelesaiannya. Kondisi serupa juga terlihat di Sragen, Medan, Bengkulu, dan Sidrap yang kini memasuki tahap akhir pekerjaan konstruksi.

Koordinasi Harian dan Penanganan Kendala

Menteri PU Dody Hanggodo menekankan pentingnya pengawalan intensif dalam proyek ini. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya hampir setiap hari berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran di lapangan. “Kami hampir setiap hari berkolaborasi dengan Danantara. Jika ada kesulitan finansial atau kendala lainnya di lapangan, kami bantu carikan solusinya agar pekerjaan tidak tersendat. Saat ini para penyedia jasa semakin optimistis dan bekerja lebih cepat untuk mengejar target penyelesaian,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Minggu. Ia menambahkan bahwa percepatan pembangunan dilakukan melalui koordinasi lintas pihak, mulai dari penyedia jasa konstruksi, manajemen konstruksi, pemerintah daerah, hingga dukungan pendanaan dan tenaga kerja. Menurutnya, waktu yang tersedia sangat pendek, sehingga pengendalian dilakukan setiap hari. “Kita memang bekerja dalam waktu yang sangat pendek. Idealnya mungkin sembilan bulan, tetapi kondisi yang ada mengharuskan kita bergerak lebih cepat. Karena itu pengendalian dilakukan setiap hari untuk memastikan progres tetap berjalan sesuai target,” ujarnya.

Data Progres dan Dukungan Tenaga Kerja

Data Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU menunjukkan bahwa rata-rata progres fisik pembangunan di 93 lokasi Sekolah Rakyat Tahap II telah mencapai 71,13 persen per 4 Juni 2026. Tren peningkatan konsisten terlihat dalam sepekan terakhir. Dari total lokasi yang sedang on going, sebanyak 12 lokasi telah menembus progres di atas 80 persen dan masuk kategori zona hijau percepatan. Untuk menjaga momentum percepatan, Kementerian PU juga mengoptimalkan dukungan tenaga kerja di lapangan. Hingga awal Juni 2026, pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II telah menyerap sekitar 78.113 tenaga kerja. Selain itu, dilakukan penguatan personel pada sejumlah lokasi yang memerlukan percepatan tambahan melalui dukungan tenaga dari TNI. Di lokasi-lokasi tersebut, aktivitas pembangunan berlangsung hampir tanpa jeda untuk mengejar target penyelesaian pada 20 Juni 2026.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar