Dua Bocah Hilang Terseret Arus Sungai Mapili, Tim SAR Lanjutkan Pencarian Besok

- Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:00 WIB
Dua Bocah Hilang Terseret Arus Sungai Mapili, Tim SAR Lanjutkan Pencarian Besok

PARADAPOS.COM - Tim SAR gabungan masih menyisir Sungai Mapili di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, untuk mencari dua anak yang dilaporkan hilang terseret arus pada Jumat siang, 5 Juni lalu. Kedua korban, Humairah (7 tahun) dan Dermawan (6 tahun), diduga kelelahan saat berenang bersama tiga temannya hingga akhirnya terbawa arus. Hingga Sabtu petang, upaya pencarian belum membuahkan hasil dan untuk sementara dihentikan. Pencarian akan dilanjutkan pada hari Minggu.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.00 WITA. Saat asyik bermain air di tengah sungai, arus deras Sungai Mapili mendadak menghanyutkan mereka. Kejadian ini sontak menggemparkan warga sekitar dan memicu respons cepat dari berbagai pihak.

Tim SAR Bagi Area Pencarian Jadi Dua Sektor

Pada hari kedua pencarian, tim gabungan membagi area operasi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk memaksimalkan jangkauan. SRU pertama fokus menyisir sisi kiri sungai menggunakan perahu karet (rubber boat) menuju arah muara sejauh dua kilometer dari titik awal kejadian. Sementara itu, SRU kedua melakukan penyisiran serupa di sisi kanan sungai dengan jarak tempuh yang sama.

“Dua anak itu dilaporkan hilang saat berenang bersama tiga rekannya di Sungai Mapili pada Jumat siang (5/6),” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mamuju, Mahmud Afandi, di Mamuju, Sabtu.

Operasi pencarian ini melibatkan unsur dari Rescue Unit Siaga SAR Polewali Mandar, personel TNI dan Polri, Tagana, serta masyarakat setempat. Mereka bahu-membahu menyusuri aliran sungai yang keruh dan deras.

Peralatan Dimaksimalkan, Namun Hasil Nihil

Tim SAR mengerahkan sejumlah peralatan untuk mendukung operasi, antara lain satu unit rubber boat, satu unit kendaraan operasional D-Max Compartment, peralatan navigasi dan komunikasi, serta perlengkapan medis dan pendukung lainnya. Penyisiran dilakukan secara intensif sepanjang hari, namun hingga petang, kedua bocah tersebut belum juga ditemukan.

Kondisi medan sungai yang cukup menantang menjadi kendala tersendiri. Arus yang deras dan jarak pandang yang terbatas membuat proses pencarian berlangsung hati-hati dan bertahap.

“Upaya pencarian terhadap dua anak yang dinyatakan hilang tersebut akan dilanjutkan besok (Minggu),” ujar Mahmud Afandi.

Kepala Basarnas Mamuju itu juga mengimbau warga di sekitar lokasi kejadian untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Ia berharap partisipasi aktif masyarakat dapat mempercepat proses pencarian.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, kronologi kejadian bermula saat kelima anak tersebut mandi dan berenang di Sungai Mapili. Tanpa diduga, arus sungai yang cukup deras menyeret dua anak di antaranya. Ketiga temannya yang selamat sempat berusaha memberikan pertolongan, namun tidak berhasil.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar