BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sulawesi Tenggara pada 7-13 Juni 2026

- Minggu, 07 Juni 2026 | 05:25 WIB
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sulawesi Tenggara pada 7-13 Juni 2026
PARADAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada periode 7 hingga 13 Juni 2026. Fenomena ini dipicu oleh menghangatnya suhu permukaan laut dengan anomali positif di perairan sekitar, yang berpotensi memicu hujan lebat disertai guntur dan angin kencang. Peringatan ini mencakup hampir seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut, dengan intensitas yang bervariasi setiap harinya.

Penyebab Utama Cuaca Ekstrem

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini sangat mendukung pertumbuhan awan hujan. Menurutnya, ada tiga faktor utama yang menjadi pemicu. "Faktor suhu permukaan laut yang hangat, adanya massa udara basah lapisan rendah, serta indeks labilitas kuat skala lokal yang terkonsentrasi di wilayah Sulawesi Tenggara dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan," kata Faizal, Minggu, 7 Juni 2026. Ia menambahkan bahwa kombinasi faktor-faktor ini menciptakan kondisi yang tidak stabil di atmosfer, sehingga awan-awan konvektif dapat tumbuh dengan cepat dan menghasilkan curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat.

Jadwal dan Wilayah Terdampak

BMKG merinci bahwa potensi cuaca ekstrem tidak akan terjadi secara serentak di seluruh wilayah. Pada 7 dan 8 Juni, seluruh wilayah Sultra diprakirakan masih aman dari cuaca ekstrem. Namun, situasi mulai berubah pada hari-hari berikutnya. Cuaca ekstrem pertama diperkirakan mulai melanda Kabupaten Kolaka Utara pada 9 Juni. Keesokan harinya, pada 10 Juni, wilayah yang berpotensi terdampak meluas ke Kabupaten Kolaka Timur, Konawe Selatan, dan Kota Kendari. Memasuki 11 Juni, potensi ini bergeser ke Kabupaten Kolaka Timur, Konawe, dan Konawe Selatan. Puncak dari peristiwa ini diprakirakan terjadi pada 12 Juni 2026. Pada tanggal tersebut, potensi cuaca ekstrem meluas secara signifikan ke hampir separuh wilayah Sultra. Daerah yang masuk dalam daftar waspada meliputi Kolaka Utara, Kolaka, Kolaka Timur, Konawe Utara, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Kendari, Buton Utara, Buton, dan Wakatobi. Setelah itu, pada 13 Juni, cuaca ekstrem hanya tersisa di Kabupaten Buton.

Imbauan dan Kewaspadaan

Menyikapi prakiraan ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Faizal menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi dampak yang mungkin timbul. "Kami mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak bencana hidrometeorologi yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, jalanan licin, dan pohon tumbang akibat angin kencang," ujar Faizal. Ia mengingatkan bahwa meskipun prakiraan cuaca dapat berubah, langkah antisipatif tetap perlu dilakukan sejak dini. Masyarakat di wilayah pesisir dan daerah rawan longsor diminta untuk lebih waspada, terutama saat hujan deras mengguyur dalam durasi yang lama.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar