PARADAPOS.COM - Suasana haru dan hangat menyelimuti jam makan siang di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu (7/6/2026). Presiden Prabowo Subianto secara mengejutkan duduk di tengah para siswa dan orang tua, menyantap menu yang sama persis dengan mereka. Momen yang paling menyita perhatian adalah ketika Kepala Negara dengan sigap merapikan seragam Gede Fransiskus Fatubun, siswa yang bertugas memimpin doa sebelum makan. Kejadian ini menjadi bukti nyata kedekatan pemimpin dengan rakyatnya di tengah program Makanan Bergizi Gratis yang tengah berjalan.
Momen Kejutan di Meja Makan
Senyum gugup namun penuh antisipasi terpampang jelas dari wajah para orang tua dan siswa SRMP 17 Tabanan. Rasa canggung itu perlahan sirna ketika Presiden Prabowo duduk di antara mereka, menunjukkan bahwa beliau benar-benar ingin menyatu. Tidak ada piring khusus atau menu istimewa—semua lauk dan sayuran yang disajikan sama.
Saat semua siap, Presiden Prabowo mempersilakan anak-anak untuk memulai. "Silakan, lanjut. Silakan makan," ajaknya dengan nada bersahabat, seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Sosial (Kemensos). Ajakan itu disambut dengan anggukan dan senyum lega dari para siswa.
Doa Bersama Sebelum Santap
Menyambut aba-aba dari Presiden, Gede Fransiskus Fatubun langsung mengambil alih pimpinan doa. Ia berdiri tegak di depan teman-temannya dan memimpin dengan suara lantang namun penuh khidmat.
"Duduk siap! Sebelum kita makan, marilah kita berdoa sesuai kepercayaan dan keagamaan masing-masing. Berdoa mulai," pimpin Frans.
Suasana hening sejenak, diikuti oleh lantunan doa dari masing-masing siswa sesuai keyakinan mereka. Setelah doa selesai, barulah suasana kembali hangat dengan suara sendok dan garpu beradu dengan piring.
Dampak Nyata Program Makanan Bergizi Gratis
Makan siang bersama ini bukan sekadar acara seremonial. Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan Presiden Prabowo, yaitu Makanan Bergizi Gratis yang diterapkan di Sekolah Rakyat. Di lembaga pendidikan ini, gizi dan pertumbuhan anak-anak menjadi prioritas utama. Setiap siswa mendapatkan jatah tiga kali makan berat dan dua kali kudapan setiap harinya, dengan takaran gizi yang telah dihitung secara cermat.
Kementerian Sosial mencatat hasil yang menggembirakan selama 11 bulan berjalannya program ini. Banyak siswa yang awalnya terlihat kurus dan kurang terawat kini tampak bugar dan segar. Bahkan, tidak jarang ditemukan siswa yang mengalami kenaikan berat badan yang cukup drastis karena asupan gizi mereka kini terpenuhi secara konsisten.
Kondisi serupa juga dirasakan oleh para orang tua siswa di SRMP 17 Tabanan. Mereka tampak bahagia melihat perubahan positif pada anak-anak mereka. Wajah-wajah yang tadinya pucat kini berseri, dan tubuh yang dulu ringkih kini lebih bertenaga. Program ini benar-benar membawa angin segar bagi masa depan generasi muda di daerah tersebut.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pangdam II/Sriwijaya Minta Maaf, Bentrok TNI dan Warga di Lampung Utara Diselesaikan Secara Adat
Satgas Damai Cartenz Tangkap Pria di Sarmi yang Diduga Jadi Penyalur Senjata untuk KKB
Satpam RSUD Cileungsi Nekat Curi Motor Rekan Kerja, Manfaatkan Kartu Akses Parkir
Presiden Como Akui Masa Depan Nico Paz Sepenuhnya di Tangan Real Madrid