Menteri ESDM Bahlil Tegaskan Aturan Minerba Tak Akan Diubah, Skema Gross Split Hanya untuk Migas

- Senin, 08 Juni 2026 | 09:50 WIB
Menteri ESDM Bahlil Tegaskan Aturan Minerba Tak Akan Diubah, Skema Gross Split Hanya untuk Migas
PARADAPOS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengubah aturan di sektor mineral dan batu bara (minerba). Skema bagi hasil produksi atau gross split, menurutnya, hanya diterapkan untuk sektor minyak dan gas bumi (migas). Pernyataan ini disampaikan Bahlil dalam program Breaking News Metro TV pada Senin, 8 Juni 2026, sebagai respons atas kekhawatiran publik terhadap perubahan regulasi.

Penegasan Pemerintah soal Stabilitas Regulasi

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menekankan komitmennya untuk menjaga konsistensi kebijakan. Ia menyebut bahwa tidak ada rencana perubahan aturan yang sudah berjalan. "Ini penting saya sampaikan untuk memberikan penegasan, bahwa aturan yang sudah ada tidak ada perubahan untuk selamanya. Itu tugas saya untuk menjaga itu," kata Bahlil. Ia juga mengingatkan kembali isi Undang-Undang Minerba, khususnya mengenai prioritas yang diberikan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor-sektor prioritas lainnya. Hal ini, menurutnya, merupakan bagian dari strategi hilirisasi untuk menciptakan nilai tambah. "Dalam rangka menunjang hilirisasi untuk menciptakan nilai tambah," ujarnya.

Keseimbangan Pasokan untuk Industri

Bahlil kemudian menjelaskan peran Kementerian ESDM dalam menjamin kelancaran investasi. Ia menyebut bahwa kementeriannya berkewajiban memastikan seluruh bahan baku tersedia. Artinya, harus ada keseimbangan antara kapasitas produksi dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang akan diberikan. "Supaya apa? Industri bisa berjalan," ungkapnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada regulasi, tetapi juga pada aspek operasional di lapangan. Ketersediaan bahan baku menjadi kunci agar industri pengolahan dan hilirisasi dapat berjalan sesuai target.

Sorotan terhadap Fluktuasi Harga Batu Bara

Terkait RKAB untuk batu bara, Bahlil menyoroti fluktuasi harga global yang dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Situasi ini, menurutnya, menjadi perhatian semua pihak agar kestabilan harga dan produksi tetap terjaga. "Artinya kalau harganya bagus kita akan meningkatkan produksi. Kalau harganya mulai mentok kita juga akan membuat kebijakan agar supply and demand itu bisa kita jaga," ucap Bahlil. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemerintah berusaha adaptif terhadap dinamika pasar global. Kebijakan produksi akan disesuaikan dengan kondisi harga, tanpa mengorbankan kepentingan jangka panjang sektor minerba.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar