Pemerintah Akui Lahan Jadi Kendala Utama Pembangunan Koperasi Merah Putih di Perkotaan, Target Direvisi Jadi 40 Ribu Unit

- Kamis, 11 Juni 2026 | 11:50 WIB
Pemerintah Akui Lahan Jadi Kendala Utama Pembangunan Koperasi Merah Putih di Perkotaan, Target Direvisi Jadi 40 Ribu Unit
PARADAPOS.COM - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di wilayah perkotaan menghadapi kendala utama berupa keterbatasan lahan. Pasalnya, program yang digagas pemerintah ini mensyaratkan ketersediaan tanah seluas sekitar 1.000 meter persegi untuk setiap unit fisiknya. Menghadapi tantangan tersebut, pemerintah memutuskan untuk tidak memaksakan target ambisius pembangunan 80 ribu unit dalam waktu singkat, melainkan menerapkan pendekatan bertahap dengan fokus pada 40 ribu titik terlebih dahulu.

Kendala Lahan di Perkotaan

Di tengah hiruk-pikuk pembangunan infrastruktur koperasi, persoalan lahan menjadi ganjalan yang cukup serius, terutama di kota-kota besar yang padat penduduk. Ferry menyampaikan bahwa Kementerian Koperasi telah melaporkan situasi ini langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Dari hasil pembahasan, diputuskan bahwa pembangunan KDMP akan dilakukan secara bertahap, tidak sekaligus. "Oleh karena itu, kami sudah sampaikan ke Bapak Presiden bahwa sekarang kita fokus mungkin paling banyak di 40 ribu titik," kata Ferry dalam keterangannya, Kamis, 11 Juni 2026. Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah lebih memilih realistis daripada memaksakan target yang sulit tercapai. Ferry menekankan, kualitas operasional koperasi yang dibentuk jauh lebih penting daripada sekadar mengejar kuantitas.

Penyesuaian Desain Bangunan

Untuk mengatasi keterbatasan lahan di perkotaan, pemerintah tengah mengkaji sejumlah opsi penyesuaian desain. Salah satu skenario yang dipertimbangkan adalah melonggarkan ketentuan luas lahan minimal. Konsep bangunan vertikal juga mulai dilirik sebagai solusi alternatif. "Untuk penyediaan tanah-tanah yang di kota-kota itu bisa jadi ukurannya lebih kecil dan bisa bangunannya dibuat vertikal juga memungkinkan," ujar Ferry. Langkah ini menunjukkan fleksibilitas pemerintah dalam merespons kondisi geografis yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Alih-alih memaksakan satu standar tunggal, pendekatan yang lebih adaptif mulai diterapkan.

Percepatan Operasionalisasi

Meskipun ada kendala teknis, pemerintah terus mempercepat operasionalisasi KDMP di berbagai daerah. Sebagai tahap awal, sebanyak 1.061 unit Koperasi Merah Putih telah diresmikan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ini menjadi fondasi awal implementasi program tersebut secara nasional. Ke depannya, pemerintah berencana meresmikan operasional koperasi secara bertahap dengan target hingga 40 ribu unit dapat berfungsi penuh pada akhir 2026. Angka ini tentu masih jauh dari target awal 80 ribu unit, namun dianggap lebih realistis mengingat kompleksitas persiapan di lapangan. Hingga saat ini, data menunjukkan bahwa sebanyak 83 ribu koperasi telah berbadan hukum. Dari jumlah tersebut, 12.533 unit di antaranya telah menyelesaikan pembangunan fisik, sementara 22.737 unit lainnya masih dalam tahap proses pembangunan. Angka-angka ini mencerminkan bahwa meskipun ada penyesuaian target, denyut program tetap berjalan di lapangan.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar