PARADAPOS.COM - Portugal akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Republik Demokratik (RD) Kongo pada laga pembuka Grup K. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026, di Houston, Amerika Serikat. Bagi Portugal, laga ini bukan sekadar pertandingan pertama, melainkan juga awal dari misi besar untuk meraih gelar juara dunia yang pertama kalinya. Sementara itu, bagi RD Kongo, turnamen ini menjadi panggung comeback setelah absen selama 52 tahun.
Modal Portugal: Tiga Kemenangan Uji Coba
Tim asuhan Roberto Martinez datang ke Amerika Serikat dengan kepercayaan diri yang tinggi. Dalam tiga laga uji coba terakhir, Portugal sukses mengalahkan Amerika Serikat, Cile, dan Nigeria. Catatan impresif itu semakin lengkap setelah mereka menutup babak kualifikasi dengan kemenangan telak 9-1 atas Armenia.
Meski begitu, ada sedikit kabar kurang menggembirakan. Bek andalan Ruben Dias sempat menjalani latihan terpisah dari skuad utama. Namun, secara historis, Portugal memiliki rekor positif saat berhadapan dengan wakil Afrika di fase grup Piala Dunia. Mereka tercatat tidak pernah kalah dalam lima pertemuan terakhir sejak 1986.
Pesan dari Dalam Tim: Fokus Sejak Awal
Bek Portugal, Matheus Nunes, menekankan pentingnya konsentrasi penuh sejak peluit pertama dibunyikan. Ia menyadari bahwa turnamen sekelas Piala Dunia tidak memberi ruang untuk lengah.
"Kami harus menjalani setiap pertandingan seolah-olah ini adalah laga final karena di lapangan apa pun bisa terjadi," ujar Nunes.
Pernyataan itu mencerminkan keseriusan skuad Portugal. Apalagi, turnamen ini juga menjadi panggung bagi Cristiano Ronaldo untuk memburu satu-satunya trofi besar yang belum pernah ia raih sepanjang kariernya.
RD Kongo: Kembali Setelah Setengah Abad
Di sisi lain, RD Kongo hadir dengan cerita yang tak kalah menarik. Mereka terakhir kali tampil di putaran final Piala Dunia pada edisi 1974, saat masih menggunakan nama Zaire. Kini, setelah penantian panjang selama 52 tahun, mereka kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia.
Tim asuhan Sebastien Desabre lolos setelah mengalahkan Jamaika 1-0 di final play-off antarkonfederasi pada Maret lalu. Namun, persiapan mereka tidak berjalan mulus. Wabah Ebola sempat mengganggu, menyebabkan sebagian besar pemain yang bermain di Eropa harus menjalani karantina sebelum memasuki Amerika Serikat.
Uji Coba dan Target di Grup K
Dalam dua laga uji coba terakhir, RD Kongo bermain imbang 0-0 melawan Denmark dan kalah 1-2 dari Cile. Meski hasilnya belum maksimal, Desabre tetap optimistis.
"Kami beradaptasi dengan situasi ini. Sekarang, terserah kami untuk menampilkan performa yang baik di turnamen ini," kata Desabre.
Dengan format Piala Dunia yang diperluas, RD Kongo membidik hasil maksimal di Grup K. Grup ini juga dihuni oleh Kolombia dan Uzbekistan. Peluang untuk lolos ke babak gugur masih terbuka lebar, asalkan mereka mampu tampil konsisten sejak laga perdana.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pemkot Palangka Raya Mulai Tata Kabel Semrawut di Jalan Protokol
Serangan Rusia Tewaskan 8 Warga Sipil di Ukraina Saat G7 Perketat Sanksi
Gibran Dorong Pelajar dan Guru Kuasai AI dengan Etika, Bukan Sekadar Jadi Penonton
Kemenhaj Mulai Pemulangan Gelombang Kedua Jemaah Haji dari Madinah, 101 Ribu Orang Sudah Tiba di Indonesia