Wabah Larva Lalat Pemakan Daging Ternak Mewabah di AS, 12 Kasus Dikonfirmasi di Texas dan New Mexico

- Selasa, 16 Juni 2026 | 23:25 WIB
Wabah Larva Lalat Pemakan Daging Ternak Mewabah di AS, 12 Kasus Dikonfirmasi di Texas dan New Mexico

PARADAPOS.COM - Wabah screwworm, atau larva lalat pemakan jaringan hidup pada hewan ternak, kembali menjadi momok di Amerika Serikat. Hingga pertengahan Juni 2026, Layanan Inspeksi Kesehatan Hewan dan Tumbuhan (APHIS) di bawah Departemen Pertanian AS (USDA) mencatat 12 kasus infeksi terkonfirmasi pada hewan. Angka ini melonjak drastis sejak kasus pertama ditemukan pada seekor anak sapi di Texas Selatan, 3 Juni lalu. Tak hanya itu, penyebaran parasit ini telah meluas ke beberapa wilayah di Texas dan bahkan menyeberang ke negara bagian New Mexico, memicu kekhawatiran serius di kalangan peternak dan pemerintah.

Lonjakan Kasus dan Wilayah Penyebaran

Dari total 12 kasus yang dilaporkan, USDA menyebutkan 11 di antaranya masih dalam status aktif. Temuan terbaru terjadi pada 12 Juni di Sutton County, Texas Barat, setelah seekor domba dinyatakan positif terinfeksi. Selain itu, jejak parasit ini juga terdeteksi di Lea County, New Mexico, menandakan bahwa wabah tidak lagi terkungkung di satu titik.

Hewan-hewan yang menjadi korban infeksi beragam, mulai dari sapi, kambing, domba, hingga seekor anjing. Screwworm sendiri merupakan larva lalat yang berkembang biak di luka terbuka dan secara perlahan memakan jaringan hidup hewan berdarah panas. Parasit ini sempat hampir punah di AS pada era 1970-an dan selama puluhan tahun jarang sekali ditemukan. Kini, kemunculannya kembali menjadi alarm bagi industri peternakan yang tengah berada dalam tekanan.

Ancaman bagi Industri Peternakan dan Keamanan Pangan

Kembalinya screwworm menjadi pukulan telak bagi sektor peternakan AS, terutama saat harga daging sapi masih bertengger di level tinggi. Kekhawatiran utama adalah potensi kerugian ekonomi yang besar jika wabah ini tidak segera dikendalikan. USDA pun mengimbau para peternak untuk waspada terhadap gejala-gejala seperti luka yang membesar secara tidak wajar, munculnya belatung, serta lesi pada bagian tubuh hewan. Setiap dugaan kasus harus segera dilaporkan.

Meski demikian, USDA memberikan sedikit angin segar. Mereka menegaskan bahwa wabah ini tidak mengancam keamanan pangan. Screwworm tidak menginfeksi daging, buah-buahan, sayuran, atau produk pangan lain yang dikonsumsi manusia. Fokus penanganan tetap pada hewan ternak yang masih hidup.

Langkah Penanggulangan dan Pernyataan Pejabat

Komisaris Pertanian Texas, Sid Miller, angkat bicara dengan nada mendesak. Ia menekankan pentingnya tindakan cepat dan terpadu.

"Ini seharusnya membunyikan alarm di seluruh negeri. Setiap hari kita menunda memberi hama ini kesempatan lain untuk menyebar," kata Miller dalam pernyataannya.

Untuk menekan penyebaran, Miller mendorong penerapan Screwworm Adult Suppression System (Swass), sebuah metode yang menggunakan umpan khusus untuk membunuh lalat dewasa yang masih subur. Ia menjelaskan bahwa strategi ini harus dikombinasikan dengan metode lain.

"Anda tidak memenangkan pertempuran ini dengan satu alat. Anda membunuh lalat yang subur dengan Swass sambil membanjiri populasi yang tersisa dengan lalat steril," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian AS Brooke Rollins mengungkapkan bahwa pemerintah telah melepaskan sekitar 8 juta lalat steril ke lingkungan. Sebanyak 4 juta di antaranya disebar melalui jalur darat, dan 4 juta lainnya melalui udara. Di luar wilayah terdampak, Pennsylvania telah menerbitkan karantina pencegahan. Langkah ini memperketat masuknya ternak dari daerah yang terpapar wabah guna mencegah penyebaran lebih lanjut ke wilayah yang masih bersih.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar