Satpam di Jakbar Nekat Curi Rokok dan Sembako di Supermarket Tempatnya Bekerja demi Judi Online

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:50 WIB
Satpam di Jakbar Nekat Curi Rokok dan Sembako di Supermarket Tempatnya Bekerja demi Judi Online
PARADAPOS.COM - Seorang petugas keamanan di sebuah supermarket di Tambora, Jakarta Barat, berinisial IF, justru menjadi pelaku pencurian di tempatnya sendiri. Aksi ironis ini terungkap setelah rekaman kamera pengawas menunjukkan IF mengambil beberapa bungkus rokok dan memindahkan kantong berisi sembako ke dalam loker pribadi. Pelaku mengaku telah melakukan pencurian selama lima bulan untuk membiayai kecanduannya terhadap judi online.

Kronologi Aksi yang Terekam CCTV

Dari rekaman yang beredar, IF tampak tidak seperti sekuriti yang waspada. Ia justru memanfaatkan celah pengawasan. Dalam satu adegan, ia terlihat mengambil rokok dari rak tanpa ragu. Di kesempatan lain, ia memindahkan kantong sembako dari keranjang belanja pelanggan ke dalam lokernya sendiri. Aksi ini berlangsung cukup lama tanpa terdeteksi. Pihak manajemen supermarket baru menyadari kejanggalan setelah melakukan pemeriksaan stok barang secara rutin. Selisih jumlah barang yang mencolok membuat mereka curiga dan memutuskan untuk memeriksa rekaman CCTV.

Pengakuan Pelaku: Judi Online sebagai Pemicu

Setelah laporan diterima, polisi bergerak cepat. Berbekal bukti rekaman dan keterangan manajemen, IF akhirnya dibekuk. Dalam pemeriksaan, ia mengaku bahwa hasil curian dijual untuk kebutuhan sehari-hari. “Saya jual barangnya buat makan dan buat main judi online,” ujarnya singkat saat diinterogasi. Kecanduan judi online disebut menjadi faktor utama yang mendorongnya nekat mencuri. Padahal, tugas utamanya justru menjaga keamanan toko dari tangan-tangan jahil.

Dampak dan Pelajaran dari Kasus Ini

Kasus ini menyoroti sisi gelap dari kecanduan judi online yang tidak hanya merugikan pelaku, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Seorang pengamat kriminalitas menilai bahwa tekanan ekonomi dan kebiasaan buruk sering kali menjadi kombinasi berbahaya. “Ini contoh nyata bagaimana seseorang yang seharusnya menjadi garda terdepan keamanan justru menjadi ancaman,” jelasnya. Kejadian di Tambora ini juga menjadi pengingat bagi para pengelola bisnis untuk lebih ketat dalam memonitor aktivitas karyawan, terutama yang memiliki akses langsung ke barang dagangan.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar