PARADAPOS.COM - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut untuk mempercepat realisasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Program Strategis Daerah (PSD). Instruksi ini disampaikan dalam Rapat Pimpinan Forum Koordinasi, Sinkronisasi, Monitoring, dan Evaluasi Realisasi Anggaran di Kantor Gubernur Sumut pada Senin, 22 Juni 2026. Bobby menegaskan bahwa progres lapangan harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar dokumen di atas kertas.
Tekanan pada Realisasi di Lapangan
Dalam rapat yang berlangsung di kompleks perkantoran gubernuran, suasana tampak serius. Bobby Nasution tidak main-main dengan target yang telah dicanangkan. Ia mengingatkan bahwa setiap keputusan yang sudah diambil dalam rapat sebelumnya wajib memiliki tindak lanjut nyata.
"Apapun hasil rapat yang sudah kita laksanakan, realisasinya harus benar-benar terlaksana. Jangan cuma di atas kertas realisasinya, harus ada progres," ujar Bobby usai memimpin rapat.
Ia juga menyoroti pentingnya sinkronisasi antarperangkat daerah. Menurutnya, tanpa koordinasi yang solid, program-program yang berjalan bisa tumpang tindih atau bahkan saling menghambat. Efektivitas pelaksanaan, lanjutnya, hanya bisa tercapai jika semua OPD bergerak seirama.
Data Realisasi Anggaran dan Pengadaan
Di sisi lain, data dari Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Sumut menunjukkan progres yang cukup menggembirakan di tahap awal. Per 1 April 2026, penginputan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) telah mencapai 100 persen. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) tercatat sebesar Rp5,7 triliun, dengan nilai belanja pengadaan mencapai Rp5,3 triliun.
Sementara itu, realisasi pengadaan barang dan jasa OPD di lingkungan Pemprov Sumut telah mencapai 1.478 paket pekerjaan. Nilainya mencapai Rp1,8 triliun, atau sekitar 50,34 persen dari total target. Angka ini menunjukkan bahwa separuh perjalanan sudah ditempuh, namun masih ada pekerjaan rumah yang menanti.
Keterkaitan Antarprogram dan Evaluasi
Bobby menekankan bahwa program-program yang dijalankan tidak berdiri sendiri. Banyak di antaranya memiliki keterkaitan lintas sektor. Ia memberi contoh konkret: pembangunan irigasi pasti berhubungan langsung dengan sektor pertanian. Jika koordinasi antar-OPD lemah, maka kebutuhan dan target program bisa meleset.
"Sejumlah program memiliki keterkaitan antarsektor, seperti pembangunan irigasi berhubungan langsung sektor pertanian. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi antar-OPD guna memastikan kebutuhan dan target program terpenuhi," kata Bobby.
Ia juga meminta agar setiap program yang sudah berjalan dievaluasi secara menyeluruh. Bukan sekadar mengejar angka serapan anggaran, tetapi memastikan manfaatnya benar-benar sampai ke masyarakat. Pengalaman di lapangan, kata Bobby, seringkali menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara bantuan yang diberikan dengan kondisi riil warga.
"Contoh pengalaman saat berkunjung ke beberapa daerah, di mana ditemukan bantuan yang kurang sesuai atas kondisi, dan kebutuhan masyarakat setempat," jelas Bobby.
Peringatan untuk Optimalisasi Sisa Waktu
Pihaknya mengingatkan seluruh OPD untuk memanfaatkan sisa waktu pelaksanaan program secara optimal. Namun, kecepatan tidak boleh mengorbankan kualitas. Setiap pekerjaan harus tetap memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Pemerintah Provinsi Sumut sendiri memiliki sejumlah program prioritas dalam kategori PHTC. Beberapa di antaranya adalah PUBG (Program Unggulan Bersekolah Gratis), Probis (Program Berobat Gratis), dan Jaskop (Jaminan Kestabilan Harga Komoditas Pangan). Ada pula program Cerdas (Cepat, Responsif, Handal, dan Solutif), Instansi (Infrastruktur Strategis Terintegrasi), serta Prestice (Perlindungan Rakyat Melalui Restorative Justice).
"Misalnya seperti cerdas cermat atau sejenis kegiatan yang bisa meningkatkan SDM (sumber daya manusia). Kegiatannya melibatkan masyarakat juga," tutur Bobby.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Banjir Rob Sebulan di Pati Picu Gatal-Gatal dan Gangguan Tidur Warga
360 Kucing Disterilisasi dan Divaksinasi dalam EastJakFest 2026 di Jakarta Timur
Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik Sebulan Demi Kajian Skema Penyaluran
Jadwal Salat dan Imsak DKI Jakarta 23 Juni 2026: Subuh 04.41, Magrib 17.51 WIB