Microsleep Saat Berkendara Bisa Berlangsung Tiga Detik, Setara Melaju 66 Meter Tanpa Kendali

- Jumat, 26 Juni 2026 | 12:00 WIB
Microsleep Saat Berkendara Bisa Berlangsung Tiga Detik, Setara Melaju 66 Meter Tanpa Kendali
PARADAPOS.COM - Rasa kantuk yang tiba-tiba saat berkendara bukan sekadar rasa lelah biasa, melainkan bisa menjadi tanda awal microsleep, kondisi hilangnya kesadaran sesaat yang kerap tidak disadari. Fenomena ini menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan fatal di jalan raya, terutama saat pengemudi menghadapi rute monoton atau setelah makan berat. Berdasarkan data dari berbagai lembaga riset, microsleep terjadi ketika sebagian otak beristirahat sementara bagian lainnya masih aktif, sehingga kemampuan otak untuk memproses informasi menurun drastis.

Apa Itu Microsleep dan Mengapa Berbahaya?

Microsleep adalah periode tidur singkat yang berlangsung hanya beberapa detik dan sering kali tidak disadari oleh pengemudi. Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, terutama mereka yang memiliki siklus tidur pendek atau gangguan tidur tertentu. Meski terlihat seperti hanya sekadar melamun, microsleep bukanlah tidur penuh, melainkan fase transisi sebelum seseorang benar-benar tertidur. Dampaknya sangat kritis saat berada di belakang kemudi. Penelitian dari organisasi keselamatan jalan raya di Amerika Serikat, AAA Foundation, mengungkapkan bahwa sekitar 16,5 persen kecelakaan fatal mobil disebabkan oleh pengemudi yang mengantuk. Ketika microsleep terjadi, reaksi, kewaspadaan, dan kemampuan mengambil keputusan menurun drastis.

Risiko Nyata di Jalan Raya

Bahaya microsleep semakin nyata jika dikaitkan dengan kecepatan kendaraan. Auto2000 dalam rilisnya memberikan ilustrasi: saat mobil melaju konstan di kecepatan 80 kilometer per jam, dalam satu detik kendaraan bisa menempuh jarak 22 meter. Jika microsleep berlangsung selama tiga detik, mobil sudah melaju sejauh 66 meter tanpa kendali penuh. Angka ini cukup untuk menyebabkan tabrakan fatal. Yang lebih mengkhawatirkan, penelitian dari Universitas Queensland di Australia menemukan bahwa pengemudi yang mengalami microsleep cenderung enggan menepi dan beristirahat. Padahal, semakin sering dan lama episode microsleep terjadi, semakin besar risiko kecelakaan.

Tips Menghindari Microsleep Saat Berkendara

Para ahli merekomendasikan batas maksimal durasi mengemudi adalah empat jam. Setelah itu, pengemudi sangat disarankan untuk beristirahat. Beberapa mobil modern kini sudah dilengkapi fitur pengingat istirahat yang akan aktif secara otomatis ketika waktu berkendara melebihi batas aman. Selain itu, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko microsleep. Menepi sejenak untuk power nap, memastikan istirahat cukup sebelum perjalanan, mendengarkan musik yang membangkitkan semangat, mengonsumsi kafein seperti kopi, atau mengajak rekan untuk menemani perjalanan bisa menjadi solusi efektif. Jika memungkinkan, bergantian menjadi sopir juga sangat dianjurkan untuk perjalanan jarak jauh.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar