PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjuk Lance Schroyer, seorang aparat penegak hukum asal Oklahoma, sebagai calon Direktur Immigration and Customs Enforcement (ICE). Penunjukan ini diumumkan di tengah percepatan agenda deportasi massal pada periode kedua kepemimpinan Trump. Melalui unggahan di Truth Social pada Minggu, 28 Juni 2026, Trump menyebut Schroyer sebagai sosok patriot dengan pengalaman operasional yang mumpuni dan rekam jejak panjang di bidang penegakan hukum. Jika disetujui Senat, Schroyer akan menjadi direktur ICE pertama yang memperoleh konfirmasi sejak Sarah Saldaña pada 2014.
Latar Belakang dan Rekam Jejak Kandidat
Schroyer telah mengabdi hampir 30 tahun sebagai polisi negara bagian Oklahoma. Ia juga merupakan anggota Korps Marinir AS. Dalam kariernya, ia memimpin kerja sama antara aparat penegak hukum daerah dan ICE melalui program 287(g), sebuah inisiatif yang memungkinkan petugas lokal untuk membantu penegakan hukum imigrasi federal.
"Dia memiliki kemampuan untuk menahan dan mendeportasi imigran ilegal yang melakukan tindak kriminal," tulis Trump dalam unggahannya. Presiden mendesak Senat untuk segera mengesahkan pencalonan Schroyer.
Dukungan dari Pejabat Tinggi
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Markwayne Mullin, memberikan dukungan penuh terhadap Schroyer. Mullin menyebutnya sebagai sosok berpengalaman dalam memimpin operasi penegakan hukum bersama aparat negara bagian maupun federal di Oklahoma. Dukungan ini memperkuat posisi Schroyer di tengah proses konfirmasi yang akan berlangsung di Senat.
Agenda Deportasi Massal yang Kian Gencar
Pencalonan Schroyer sejalan dengan kebijakan pemerintahan Trump yang kembali menjadikan penegakan hukum imigrasi sebagai agenda utama. Dalam beberapa bulan terakhir, ICE meningkatkan penggerebekan di tempat kerja dan operasi penegakan hukum di dalam negeri. Lembaga ini juga memperluas kerja sama dengan aparat negara bagian dan lokal melalui program 287(g).
Transisi Kepemimpinan di ICE
Jika dikonfirmasi Senat, Schroyer akan menggantikan David Venturella, yang saat ini menjabat sebagai direktur sementara ICE sejak Mei 2026. Venturella mengambil alih posisi tersebut setelah pensiunnya mantan kepala ICE, Todd Lyons. Selama 11 tahun terakhir, ICE dipimpin oleh pejabat berstatus pelaksana tugas tanpa konfirmasi Senat, menjadikan Schroyer sebagai kandidat pertama yang berpotensi mengisi jabatan tersebut secara definitif sejak 2014.
Di lapangan, langkah ini disambut dengan beragam reaksi. Para pendukung kebijakan imigrasi yang ketat melihatnya sebagai angin segar, sementara kelompok pegiat hak imigran mengkhawatirkan eskalasi operasi penegakan hukum yang lebih agresif. Proses konfirmasi di Senat diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa pekan mendatang, menjadi ujian awal bagi Schroyer untuk membuktikan kapasitasnya di hadapan para legislator.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Dokter Tifa Pertanyakan Kewenangan Jaksa Perbaiki Dakwaan Usai Putusan Sela
Sidang Perdana Praperadilan dr. Tifa Digelar, Kuasa Hukum Sorot Kejanggalan Penggunaan Pasal 75 Ayat 4 KUHAP
Kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok, Satu Penumpang Tewas dan 173 Orang Dievakuasi
Kementerian UMKM Susun Skema Pemasaran Digital dan Dorong Legalitas Usaha demi Jangkau 65 Juta Pelaku