Dishub Jatim Pastikan Terminal Arjosari Jadi Titik Layanan TransJatim Koridor II Malang Raya, Rute Masuk Tahap Kajian

- Rabu, 01 Juli 2026 | 09:50 WIB
Dishub Jatim Pastikan Terminal Arjosari Jadi Titik Layanan TransJatim Koridor II Malang Raya, Rute Masuk Tahap Kajian
PARADAPOS.COM - Dinas Perhubungan Jawa Timur memastikan Terminal Arjosari di Kota Malang akan menjadi salah satu titik layanan bus TransJatim untuk koridor II Malang Raya. Keputusan ini diambil setelah dua kali rapat koordinasi antara Dishub Provinsi, pengelola terminal, serta pemerintah daerah setempat. Meski titik asal dan tujuan telah ditentukan, jalur yang akan dilintasi bus masih dalam tahap kajian dan survei lapangan.

Respons Positif dari Pengelola Terminal

Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Provinsi Jawa Timur, Cito Eko Yuly Saputro, mengungkapkan bahwa pihaknya telah dua kali menggelar rapat koordinasi dengan pengelola Terminal Arjosari. Hasilnya, respons yang diterima sangat menggembirakan. “Kami sudah dua kali melakukan rapat dengan mengundang pihak Arjosari dan mereka sangat antusias,” kata Cito saat dihubungi dari Kota Malang, Rabu, 1 Juli 2026. Terminal Arjosari bukan satu-satunya titik yang ditunjuk. Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang dan Terminal Talangagung di Kabupaten Malang juga ditetapkan sebagai origin destination bagi koridor tersebut. Cito menambahkan, koordinasi dengan dua wilayah itu sudah berjalan. “Kami sudah melaksanakan dua kali rapat bersama Pemerintah Kabupaten Malang dan Pemerintah Kota Malang dan hasilnya menentukan origin destination-nya,” ucapnya.

Jalur Masih dalam Kajian, Empat Komponen Jadi Acuan

Meski titik tujuan sudah jelas, Dishub Jawa Timur belum menetapkan rute yang akan dilintasi bus TransJatim di wilayah Kota Malang maupun Kabupaten Malang. Menurut Cito, penentuan jalur masih harus dikoordinasikan dengan dinas jajaran pemerintah daerah di dua wilayah Malang Raya, lalu dilanjutkan dengan survei lokasi. Ia menekankan bahwa survei jalur akan mempertimbangkan empat komponen utama. Pertama, potensi friksi atau penolakan dari masyarakat. Kedua, keseimbangan antara supply dan demand. Ketiga, dampak positif terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta sektor pariwisata. Keempat, ketersediaan lahan yang memadai untuk pembangunan halte. “Meski permintaan tinggi tapi kalau luas lahan tidak mencukupi kan percuma, mengingat konsep TransJatim adalah menaikkan dan menurunkan penumpang. Untuk armada sama seperti koridor I, 14 bus beroperasi dan satu bus cadangan,” ujarnya.

Kesiapan Terminal Arjosari dan Saran Prioritas

Dikonfirmasi secara terpisah, Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Arjosari, Mega Perwira Donowati, menyatakan bahwa pihaknya secara prinsip menyambut baik rencana ini. Ia menegaskan kesiapan terminal untuk mendukung operasional layanan tersebut. “Kami siap mendukung penuh,” katanya, Rabu, 1 Juli 2026. Mega juga mengungkapkan bahwa ia telah memberikan saran kepada Dishub Jawa Timur agar angkutan tersebut lebih diprioritaskan masuk ke Terminal Tipe C Arjosari, yaitu terminal yang diperuntukkan bagi angkutan kota. “Arjosari kan ada dua pengelola ada tipe A dan tipe C, nah kemarin waktu rapat terakhir rencana di terminal tipe C cuma titiknya dimana kami belum mendapatkan informasi,” ujarnya. Dengan persiapan yang masih berlangsung, masyarakat Malang Raya kini menanti kepastian rute dan jadwal operasional bus TransJatim koridor II. Pemerintah provinsi berjanji akan terus berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan agar layanan ini dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar