PARADAPOS.COM - Sekitar 20 juta orang diperkirakan akan membanjiri Teheran untuk menghadiri pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang wafat pada usia 86 tahun. Jumlah ini dua kali lipat lebih besar dari populasi ibu kota Iran itu sendiri. Upacara pemakaman akan berlangsung mulai Sabtu di Teheran, kemudian berlanjut di kota Qom dan Mashhad, tempat ia akan dimakamkan pada 9 Juli. Kepergian Khamenei terjadi di tengah ketegangan tinggi dengan Amerika Serikat dan Israel, setelah serangan udara menargetkan kediamannya pada akhir Februari lalu.
Gelombang Massa dan Rute Pemakaman
Berdasarkan laporan yang diterima pada Jumat (3/7/2026), angka 20 juta peserta bukan sekadar estimasi biasa. Angka itu menggambarkan skala duka yang luar biasa, melampaui kapasitas normal kota Teheran yang padat. Pemerintah Iran telah menyiapkan jalur khusus dan titik-titik kumpul untuk mengantisipasi arus manusia yang diperkirakan akan memadati jalan-jalan utama.
Prosesi tidak hanya terpusat di ibu kota. Rencananya, upacara serupa juga akan digelar di Qom, pusat studi keagamaan Syiah, dan Mashhad, kota kelahiran Khamenei. Di Mashhad, jenazah akan dikebumikan, menutup rangkaian perjalanan terakhir sang pemimpin yang telah berkuasa sejak 1989.
Kepemimpinan Baru di Tengah Konflik
Khamenei wafat dalam agresi militer gabungan AS dan Israel pada akhir Februari. Kediamannya di Teheran menjadi target serangan udara yang mengejutkan banyak pihak. Peristiwa ini langsung memicu pergantian kekuasaan di puncak hierarki politik Iran.
Putranya, Ayatollah Mojtaba Khamenei, telah terpilih sebagai pemimpin tertinggi yang baru. Transisi kepemimpinan ini terjadi di saat yang sangat kritis. Meskipun kesepakatan gencatan senjata telah tercapai bulan lalu, sumber-sumber di lapangan melaporkan bahwa bentrokan bersenjata antara Iran dan koalisi AS-Israel masih kerap terjadi di beberapa titik.
“Situasi tetap rapuh. Gencatan senjata ada di atas kertas, tapi di lapangan, ketegangan masih terasa,” ujar seorang pengamat yang enggan disebutkan namanya.
Dari Khomeini ke Khamenei
Ali Khamenei naik menjadi pemimpin tertinggi pada 1989, menggantikan pendiri Republik Islam Iran, Ruhollah Khomeini. Selama lebih dari tiga dekade, ia menjadi figur sentral yang mengarahkan kebijakan luar negeri dan domestik Iran. Wafatnya di usia 86 tahun menandai berakhirnya satu era, sekaligus membuka babak baru dalam politik Iran yang sedang dilanda gejolak.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Portugal Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Ronaldo Persembahkan Kemenangan untuk Mendiang Diogo Jota
IRGC Tewaskan Lima Anggota Kelompok yang Disebut Teroris Separatis di Perbatasan Barat Laut Iran
Kecelakaan Beruntun di Akses Suramadu: Bus Tabrak Avanza dan Motor, Dua Pengendara Suami-Istri Tewas
Harga Emas Batangan di Pegadaian Naik, UBS 1 Gram Melonjak Rp37 Ribu