PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto menyambut langsung kedatangan Perdana Menteri India Narendra Modi di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin (6/7/2026) sore. Modi tiba untuk melakukan kunjungan kenegaraan selama tiga hari, dari 6 hingga 8 Juli 2026, yang merupakan lawatan balasan atas kunjungan Prabowo ke India pada Januari 2025 lalu. Pesawat yang membawa Modi dan delegasi mendarat pukul 17.23 WIB, dan Prabowo telah menunggu di bawah tangga garbarata untuk menyambut tamunya.
Sambutan Hangat di Landasan Pacu
Suasana di pangkalan udara tampak khidmat namun hangat. Begitu Modi melangkah turun, kedua pemimpin langsung saling berjabat tangan dan berpelukan erat. Mereka kemudian berjalan berdampingan melewati pasukan jajar kehormatan, sebuah tradisi yang lazim dalam penyambutan tamu negara.
Yang menarik perhatian, Modi tampak terkesima saat menyaksikan tarian None Kemayoran yang dipersembahkan untuknya. Ia bahkan memberikan tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi. Sebagai penghormatan tambahan, jet tempur F-16 milik TNI Angkatan Udara melintas di atas area pangkalan, menambah semarak suasana penyambutan.
Lawatan Balasan dan Agenda Strategis
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Dubes India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menjelaskan bahwa Modi akan mengunjungi Jakarta dan Yogyakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Australia dan Selandia Baru.
Menurut Dubes Sandeep, hubungan India dan Indonesia sudah berada dalam kerangka kemitraan strategis. Tantangan ke depannya, kata dia, adalah bagaimana membuat hubungan ini semakin relevan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
"Karena itu, kami ingin saling berbagi pengetahuan dan keahlian demi meningkatkan kehidupan masyarakat di kedua negara," ujar Dubes Sandeep kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).
Ia menambahkan, India memiliki rencana pembangunan menuju 100 tahun kemerdekaannya pada 2047, sementara Indonesia memiliki Visi Indonesia Emas 2045. Kedua negara, menurutnya, memiliki banyak kesamaan—mulai dari pengalaman sebagai bangsa yang pernah dijajah hingga tantangan dalam pembangunan.
Isu Pembicaraan: Dari Pertahanan hingga Hilirisasi
Dalam pertemuan nanti, Prabowo dan Modi dijadwalkan membahas sejumlah isu strategis. Salah satu yang utama adalah kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan. Hal ini dinilai penting karena kedua negara berbagi ruang maritim yang sama dan merupakan tetangga maritim.
Selain itu, pembahasan juga akan mencakup penguatan perdagangan dan investasi, ketahanan pangan, ketahanan energi, serta kerja sama dalam proyek hilirisasi dan pengembangan mineral kritis. Peningkatan kapasitas di bidang kesehatan dan pendidikan juga masuk dalam agenda.
Dubes Sandeep belum bersedia mengungkapkan rincian hasil pembahasan. Menurutnya, berbagai perkembangan dan kesepakatan akan diumumkan selama kunjungan resmi berlangsung.
Dinamika Geopolitik Global South
Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, Dubes Sandeep menilai hubungan yang semakin erat antara India dan Indonesia menjadi semakin penting. Sebagai dua negara berkembang besar yang memimpin di Global South, keduanya perlu menunjukkan kepada dunia bahwa mereka mampu bekerja sama dan saling memperkuat.
Sejumlah pejabat tinggi Indonesia turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penyambutan ini. Mereka antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Ancol Gandeng Metro TV, Fokus Transformasi ke Ekosistem Gaya Hidup Berbasis Pengalaman
Gubernur Banten Resmi Buka MTQ ke-23, Targetkan Raih Kembali Juara Umum Nasional
Indonesia dan Singapura Sepakat Jaga Keamanan Selat Malaka sebagai Jalur Pelayaran Internasional
Polisi Gerebek Kampung Narkoba di Pekanbaru, Amankan 53 Paket Sabu dan Seorang Tersangka