PARADAPOS.COM - Sepanjang pekan terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, mencatat tiga titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di tengah musim kemarau. Dua titik berada di Kecamatan Tarogong Kaler dan satu titik di Kecamatan Malangbong. Beruntung, seluruh kejadian dapat segera ditangani sehingga api tidak sempat meluas secara signifikan.
Tiga Titik Api dalam Sepekan
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, mengonfirmasi temuan tersebut saat ditemui di Garut pada Selasa, 14 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa laporan yang masuk masih bersifat sementara dan tim di lapangan terus melakukan pemantauan.
"Kebakaran hutan dan lahan kemarin ada tiga lokasi, kemarin di Malangbong, di Tarogong Kaler dua, itu baru sementara," ungkapnya.
Meski demikian, Aah menegaskan bahwa situasi karhutla di wilayahnya belum masuk kategori masif. Ia menyebutkan, penanganan cepat yang dilakukan oleh tim pemadam kebakaran menjadi faktor utama agar api tidak menjalar ke area yang lebih luas.
Status Siaga Darurat dan Kesiapsiagaan Instansi
Pemerintah Kabupaten Garut telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan karhutla. Instruksi ini berlaku untuk seluruh jajaran instansi terkait agar bergerak cepat begitu menerima laporan dari masyarakat. Di sisi lain, sejumlah daerah di Garut mulai melaporkan tanda-tanda kekeringan akibat musim kemarau yang sedang berlangsung.
"Kategori (karhutla) belum masif," ujarnya.
Lebih lanjut, Aah menjelaskan bahwa penanganan di tiga titik kebakaran tersebut melibatkan kerja sama lintas instansi. Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) menjadi garda terdepan dalam proses pemadaman.
"Sudah ada beberapa kejadian, sementara ditangani oleh Dinas Damkar," katanya.
Kesiapan 24 Jam dari Damkar Garut
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, menyampaikan bahwa jajarannya telah meningkatkan status kesiapsiagaan. Pihaknya tidak hanya mengandalkan prosedur standar, tetapi juga membentuk regu khusus yang siap bergerak kapan saja.
"Sudah terbentuk regu kesiapsiagaan serta regu cadangan setiap hari 24 jam di setiap Pos Damkar, cuma kesiapsiagaannya saja kami tingkatkan," jelasnya.
Usep menambahkan, langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi kebakaran lahan kering yang kerap terjadi saat musim kemarau. Dengan sistem jaga yang ketat, diharapkan setiap laporan bisa ditindaklanjuti tanpa penundaan berarti.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polisi Gagalkan Penyelundupan 12 Motor Curian ke Sumatra di Gerbang Tol Cikupa
Truk Terguling Usai Tabrak Motor di Gowa, Satu Pengendara Tewas
Kebakaran Hutan dan Lahan di Rokan Hilir Meluas, Petugas Berjibaku Padamkan Api di Lahan Gambut
Jakarta Resmi Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Harmony in Diversity Award 2026, Ajang Penghargaan Keberagaman se-Asia Tenggara