Mondy Tatto Resmi Tersangka Kasus Penganiayaan Tewaskan Anak Punk di Cikarang

- Kamis, 23 Juli 2026 | 14:00 WIB
Mondy Tatto Resmi Tersangka Kasus Penganiayaan Tewaskan Anak Punk di Cikarang

PARADAPOS.COM - Nama Mondy Tatto, seorang TikToker yang sempat viral karena pengakuan pelecehan oleh pendakwah asal Malaysia, kembali menjadi sorotan. Kini, ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan yang berujung pada tewasnya seorang anak punk pengamen jalanan berinisial FA. Peristiwa itu terjadi di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan polisi telah menangkap Mondy bersama seorang pria berinisial DD.

Penetapan status tersangka ini diumumkan langsung oleh Kapolsek Cikarang Barat, Komisaris Polisi Dimas Adhit Putranto. Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa pihaknya mengamankan dua orang yang diduga terlibat. "Unit Reskrim Polsek Cikarang Barat mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial DD alias D dan DRA alias M," ujar Dimas, Kamis, 23 Juli 2026. Kejelasan informasi dari kepolisian ini menjadi titik awal publik untuk kembali menelusuri perjalanan kontroversial perempuan yang pernah menjadi buah bibir.

Kronologi Dugaan Penganiayaan yang Berujung Maut

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa nahas itu bermula pada Jumat, 26 Juni 2026, sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, korban FA sedang berkumpul bersama sejumlah rekannya di depan sebuah salon di Jalan KH Asnawi, Kampung Lanai, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat. Suasana yang awalnya santai itu berubah tegang ketika DD datang bersama Mondy Tatto menggunakan sepeda motor milik DRA.

Korban diketahui berniat meminjam kendaraan tersebut. Permintaan sederhana itu, diduga, menjadi pemicu pertengkaran. Adu mulut antara korban dan DD tak terhindarkan. Perselisihan itu dengan cepat berubah menjadi perkelahian fisik. Keduanya saling pukul dan bergulat di jalan, meskipun warga sekitar sempat berupaya melerai. Dalam proses penyidikan, polisi menduga Mondy Tatto turut melakukan pemukulan terhadap korban. Lebih dari itu, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kepala korban diduga sempat dibenturkan ke sebuah kendaraan yang terparkir di lokasi kejadian.

Setelah perkelahian berhasil dihentikan, korban dibawa pulang oleh teman-temannya menggunakan sepeda motor. Namun, nahas, berdasarkan laporan kepolisian, korban kemudian dinyatakan meninggal dunia. Polisi kemudian bergerak cepat. Kedua tersangka, DD dan Mondy, ditangkap di Kampung Kaum Kalijeruk, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, pada Selasa, 14 Juli 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Operasi penangkapan ini dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Cikarang Barat. Hingga saat ini, penyidik masih terus mendalami hubungan antara dugaan penganiayaan tersebut dengan penyebab kematian korban melalui pemeriksaan saksi, alat bukti, serta hasil pemeriksaan lainnya. Dalam penyelidikan, polisi juga menyita sebuah flashdisk yang diduga berisi data berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Heboh di Masa Lalu: Pengakuan Pelecehan oleh Ustaz Malaysia

Jauh sebelum terseret kasus ini, nama Mondy Tatto sudah menghiasi pemberitaan. Kala itu, ia menjadi perhatian publik karena mengaku mengalami pelecehan saat berada di Malaysia. Seorang mantan anak punk yang tengah berusaha mendalami ajaran agama Islam, Mondy mengungkapkan pengalamannya dalam sebuah podcast di kanal YouTube CapriceOriginalFilms.

Dalam pengakuannya, ia berangkat ke Malaysia untuk memperdalam ilmu agama. Sosok Ustaz Ebit Lew, seorang pendakwah asal Malaysia, disebut menjadi salah satu figur yang menginspirasinya dalam proses berhijrah. Namun, apa yang ia alami justru membuatnya kecewa.

“Malam itu aku duduk dan tidur karena ngantuk. (Tiba-tiba disuruh) bangun. (Ustaz Ebit Lew puji) kamu cantik sekali ya. Aku kan ada tato yang ini (pipi). Tato kamu cantik, mengusap pipi dan aku langsung menghindar,” ungkap Mondy Tatto, dikutip Kamis, 23 Juli 2026.

Pengalaman itu membuat Mondy mengaku bingung dan takut. Ia merasa tindakan tersebut tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang tokoh agama yang ia hormati. "Aku langsung berpikir dalam hati, 'Dia pandai agama, sedangkan aku bukan mahramnya. Kok dia bisa seperti itu?'. Aku takut. Aku jauh-jauh dari Indonesia ke Malaysia ingin belajar agama, ingin pandai. Kenapa dia melakukan seperti itu. Kan gila. Di luar batas," ujarnya lagi.

Mondy juga mengklaim bahwa dugaan perlakuan tersebut tidak berhenti sampai di situ. "Memang dia baik. Tapi ketika di dalam mobil, di dalam kereta, dia mau cium aku, pegang tangan aku, usap-usap pipiku. Itu baru hari pertama, bagaimana hari ke depannya selama aku di Malaysia. Aku nggak tau apa yang akan dia lakukan nanti kan," tambahnya.

Berujung Laporan Polisi dan Bantahan

Pengakuan Mondy Tatto yang viral itu memicu perdebatan luas di media sosial. Di sisi lain, Ustaz Ebit Lew membantah tudingan tersebut dan merasa nama baiknya telah dicemarkan. Melalui akun Instagram pribadinya saat itu, ia memperlihatkan dirinya berada di kantor polisi sambil membawa dokumen laporan. Ia menyatakan telah menyerahkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Kini, dengan statusnya sebagai tersangka dalam kasus yang berbeda, publik kembali diingatkan pada kontroversi yang membelit Mondy Tatto.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags