PARADAPOS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan progres signifikan dalam pemulihan infrastruktur dasar pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 15 Agustus 2026. Hingga Senin, 17 Agustus 2026, aliran listrik telah kembali menyala bagi 99,4 persen pelanggan atau sekitar 564.065 sambungan, sementara jaringan telekomunikasi pulih di atas 90 persen di enam kabupaten. Namun, Kabupaten Manggarai Timur masih menjadi catatan dengan tingkat pemulihan komunikasi baru mencapai 76,3 persen. Bencana geologi itu tidak hanya merenggut korban jiwa dan merusak bangunan, tetapi juga melumpuhkan jaringan listrik serta komunikasi di sejumlah wilayah. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Berton SP Pandjaitan, menyampaikan bahwa percepatan perbaikan terus dilakukan di lapangan. “Gempa bumi M 7,7 tidak hanya berdampak pada jatuhnya korban jiwa dan kerusakan bangunan. Fenomena geologi yang terjadi pada Minggu (15/8) juga merusak infrastruktur dasar, seperti listrik dan jaringan komunikasi,” ujarnya dalam pembaruan penanganan bencana, Senin kemarin. Pemulihan Jaringan Listrik Hampir Tuntas Berdasarkan data Pos Pendamping Nasional (Pospenas), kerja keras petugas di lapangan membuahkan hasil. Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur dan UP3 Flores Bagian Barat dilaporkan hampir sepenuhnya memulihkan jaringan di wilayah kerja masing-masing. Capaian teknisnya cukup impresif. Pemulihan trafo gardu induk telah mencapai 100 persen, sementara tiang listrik yang terdampak kembali berfungsi hingga 98,3 persen. Dari total 3.478 gardu distribusi yang sempat terganggu, sebanyak 99,45 persen telah kembali menyala. Kondisi ini membuat mayoritas warga terdampak kembali menikmati aliran listrik. UP3 Flores Bagian Timur sendiri melayani Kabupaten Sikka dan sekitarnya. Adapun UP3 Flores Bagian Barat mencakup enam kabupaten di daratan Flores bagian barat, meliputi Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, dan Ende. Jaringan Komunikasi: Satu Kabupaten Masih Tertinggal Di sektor telekomunikasi, pemulihan juga menunjukkan tren positif. Jaringan yang dikelola Telkomsel dilaporkan hampir normal di sejumlah wilayah terdampak, dengan tingkat pemulihan melampaui 90 persen di Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ngada, Sikka, Ende, dan Manggarai. Namun, situasi berbeda terjadi di Kabupaten Manggarai Timur. Hingga Senin, 17 Agustus 2026, pemulihan jaringan komunikasi di wilayah tersebut baru mencapai 76,3 persen. Masih ada 14 site yang mengalami kendala teknis dan membutuhkan penanganan lebih lanjut. Harapan Pemulihan Aktivitas Masyarakat Berton menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur dasar merupakan bagian krusial dalam penanganan pascabencana. Perbaikan jaringan listrik dan komunikasi dinilai mampu menjadi katalis bagi bangkitnya kembali roda aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. “Melalui perbaikan yang berjalan optimal tersebut, Pospenas mengharapkan aktivitas masyarakat dapat segera bangkit dan pulih kembali pascabencana,” kata Berton. Di luar sektor kelistrikan dan telekomunikasi, perbaikan juga menyasar infrastruktur lain seperti akses jalan. Pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak terus dilakukan melalui pos komando dengan dukungan penuh dari Pospenas. Proses rehabilitasi ini menjadi prioritas agar kehidupan normal dapat segera terwujud kembali di tengah puing-puing bencana.
Artikel Terkait
Cherrypop 2026 Siap Digelar di Candi Prambanan, Hadirkan 60 Lebih Musisi dan Dukungan BRImo
Bareskrim Tetapkan Mantan Kepala Pelatih Pelatnas FPTI sebagai Tersangka Kekerasan Seksual terhadap Lima Atlet Putri
Sahroni: Serangan ke Polisi Tak Bisa Dibenarkan, Proses Hukum Ojol Pelempar Bom Molotov di Surabaya Terus Dilanjutkan
Polri Minta Hakim Tolak Praperadilan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah soal Penyitaan