Pemerintah dan DPR Sepakati RUU Pertanggungjawaban APBN 2025 di Tingkat Pembicaraan Pertama

- Jumat, 21 Agustus 2026 | 01:01 WIB
Pemerintah dan DPR Sepakati RUU Pertanggungjawaban APBN 2025 di Tingkat Pembicaraan Pertama

PARADAPOS.COM - Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi menyepakati Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU P2 APBN) Tahun Anggaran 2025 pada tingkat pembicaraan pertama. Kesepakatan yang dicapai dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini menjadi jalan bagi RUU tersebut untuk melangkah ke tahap pengambilan keputusan akhir dalam Sidang Paripurna. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan apresiasi atas jalannya pembahasan yang konstruktif, seraya menegaskan komitmen pemerintah untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi fraksi guna memperkuat tata kelola fiskal.

Rapat yang berlangsung di kompleks parlemen tersebut berjalan dengan alot namun tetap produktif. Sejak awal, pemerintah dan Banggar memang telah berkomitmen untuk membahas postur pertanggungjawaban keuangan negara secara mendetail. Ketua Banggar DPR RI memimpin jalannya rapat dengan meminta pandangan dari seluruh fraksi, dan hasilnya menunjukkan adanya dukungan bulat terhadap kelanjutan RUU ini.

Apresiasi Menkeu atas Dukungan Penuh Banggar

Suasana ruang rapat terasa hangat ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan sambutannya. Ia tidak hanya menyoroti aspek formal belaka, melainkan juga menekankan makna strategis dari dokumen pertanggungjawaban tersebut. Menurutnya, RUU ini bukanlah sekadar kewajiban administratif tahunan, melainkan sebuah instrumen penting untuk membangun kepercayaan publik.

“RUU P2 APBN TA 2025 bukan hanya bentuk pemenuhan kewajiban formal atas pertanggungjawaban pemerintah, namun juga penting sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk terus membangun tata kelola dan juga fondasi pengelolaan keuangan negara menjadi lebih baik lagi,” ujar Purbaya dalam keterangan resmi, Jumat (20/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan pimpinan dan anggota Banggar yang hadir. Purbaya menggarisbawahi bahwa proses pembahasan yang berlangsung selama beberapa pekan terakhir telah menghasilkan sejumlah catatan penting. Ia menilai masukan dari berbagai fraksi tersebut akan menjadi bahan berharga bagi pemerintah dalam menyempurnakan kebijakan fiskal ke depan.

Komitmen Tindak Lanjut dan Harapan ke Depan

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti pada tahap persetujuan ini. Seluruh pandangan mini fraksi serta rekomendasi teknis yang dihasilkan pada tingkat Panitia Kerja (Panja) akan ditindaklanjuti secara serius. Ia menyebut hal ini sebagai "amunisi krusial" untuk memperkokoh akuntabilitas dan transparansi fiskal di masa mendatang.

Di sela-sela rapat, terlihat sejumlah anggota dewan yang saling berdiskusi kecil. Beberapa di antaranya tampak mencatat poin-poin penting yang disampaikan oleh Menteri Keuangan. Suasana kemitraan yang terbangun antara eksekutif dan legislatif terasa cukup kuat, terutama setelah melalui proses pembahasan yang panjang dan dinamis.

Purbaya juga menyampaikan terima kasih atas kemitraan Banggar DPR RI yang secara konsisten mengawal implementasi APBN sepanjang tahun anggaran 2025. Menurutnya, pengawasan yang dilakukan oleh parlemen merupakan bagian integral dari siklus pengelolaan keuangan negara yang sehat.

Pemerintah berharap seluruh tahapan legislasi berikutnya hingga pengesahan dalam Sidang Paripurna dapat terlaksana dengan lancar. Targetnya jelas, memastikan instrumen keuangan negara memberikan dampak dan manfaat optimal bagi kesejahteraan masyarakat luas. Dengan rampungnya tahap ini, publik tinggal menunggu keputusan final di tingkat paripurna yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini