paradapos.com - Sebagai penopang Ibu Kota, kota Balikpapan di Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi fokus perhatian masyarakat Indonesia.
Kehadirannya yang begitu dekat dengan Sepaku, bahkan menjadikannya kota persinggahan bagi pengunjung dari luar daerah.
Saat ini, Balikpapan bukan hanya tempat tinggal yang efektif, terutama bagi para pendatang yang mencoba peruntungannya di tanah Borneo.
Baca Juga: Pemindahan IKN ke Kalimantan Timur: Tantangan Multidimensi dan Upaya Pembangunan Berkelanjutan
Dampaknya terhadap pertumbuhan dan infrastruktur kota sangat besar, mempengaruhi fasilitas dan kapasitasnya.
IKN saat ini sedang dalam tahap pembangunan, dengan rencana beberapa Kementerian akan berkantor di sana dan upacara kenegaraan pada bulan Agustus di Kalimantan.
Seperti dikutip paradapos.com dari YouTube World 2030, kondisi terkini Balikpapan menunjukkan pengaruh yang kuat dari IKN, terutama pada pertumbuhan jumlah penduduk.
Lalu lintas kota, yang sebelumnya efisien dan lancar, kini mengalami peningkatan volume yang signifikan, bahkan menjadi padat pada jam-jam tertentu.
Progres pelebaran jalan di berbagai titik sudah terlihat, namun pilihan terbaik mungkin adalah pembangunan flyover di titik-titik padat lalu lintas.
Meskipun infrastruktur kota Balikpapan sedang ditingkatkan, pembangunan ini tidaklah mudah karena melibatkan pembebasan lahan dan potensi konflik masyarakat.
Keunikan kota ini terletak pada kontur tanahnya yang tidak rata, menyebabkan jalan-jalan bergelombang.
Beberapa perubahan positif sudah terlihat, dengan banyak proyek swasta yang turut membantu mengatasi kepadatan lalu lintas.
Pembangunan jalan tol dari IKN ke Balikpapan menjadi harapan besar, yang diharapkan dapat memberikan solusi terhadap kemacetan dan memudahkan akses ke bandara internasional di Sepinggan.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianhaluan.com
Artikel Terkait
Harga Emas Batangan Pegadaian Bertahan Stabil pada 16 Februari 2026
Rupiah Menguat Tipis di Awal Pekan, Sentimen Domestik Batasi Ruang Apresiasi
Israel Setujui Pendaftaran Lahan Tepi Barat sebagai Properti Negara, Langkah Signifikan Sejak 1967
Fadli Zon: Kebijakan Prabowo Wujudkan Politik Akal Sehat dan Koreksi Neoliberalisme