Dampak Strategis Tarif Trump-Xi di APEC 2025 Menurut Airlangga

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 03:30 WIB
Dampak Strategis Tarif Trump-Xi di APEC 2025 Menurut Airlangga

Trump Bertemu Xi Jinping di KTT APEC 2025, Airlangga Ungkap Dampak Strategis Tarif

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping telah menggelar pertemuan bilateral dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2025 di Korea Selatan. Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, menilai pertemuan ini membawa dampak strategis terhadap kebijakan tarif masuk produk ke AS.

Menurut Airlangga, pertemuan antara pemimpin dua ekonomi terbesar dunia ini menjadi titik awal yang memperjelas arah kebijakan tarif global. Dinamika politik ekonomi global dinilai akan berdampak langsung pada stabilitas perdagangan di kawasan Asia-Pasifik, termasuk bagi Indonesia.

"APEC ini menjadi penting karena baru saja Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu. Bagi Indonesia, koridor tarif itu sudah mulai kelihatan jelas," ujar Airlangga di Gyeongju, Kamis (30/10/2025) malam.

Pertemuan Trump dan Xi Jinping di Kota Busan ini merupakan pertemuan pertama mereka sejak tahun 2019. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Trump menyepakati pemangkasan tarif impor terhadap China menjadi 47 persen. Kebijakan ini disebut sebagai imbalan atas komitmen Beijing dalam menindak perdagangan fentanil ilegal, melanjutkan pembelian kedelai AS, dan menjaga kelancaran ekspor tanah jarang.

Trump menggambarkan pertemuan tersebut sebagai "luar biasa" dalam pernyataannya kepada wartawan. Pertemuan ini juga menandai akhir dari kunjungan singkat Trump ke Asia.

Airlangga juga menyoroti pentingnya integrasi ekonomi kawasan yang semakin konkret, merujuk pada kesepakatan yang terbentuk dari KTT ASEAN di Malaysia sebelumnya. Komitmen kerja sama antara negara ASEAN dengan mitra eksternal, termasuk Korea Selatan, semakin memperkuat fondasi perdagangan regional.

Dalam kesempatan terpisah, Airlangga mengaku telah bertemu dengan Menteri Industri, Perdagangan, dan Energi Korea Selatan Ahn Duk-geun. Menteri Ahn disebut oleh Presiden Trump sebagai salah satu negosiator yang keras dalam isu tarif.

"Tadi saya ketemu dengan Menteri Industri, Perdagangan, dan Energi yang disebut Trump sebagai salah satu negosiator yang keras. Dari Korea sendiri sudah menyepakati 15 persen, dan kita sudah harus ke sana," jelas Airlangga.

Pertemuan puncak Trump-Xi dan hasil KTT APEC 2025 terus dipantau secara luas karena pengaruhnya terhadap stabilitas perdagangan global dan prospek ekonomi negara-negara di kawasan Asia-Pasifik.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar