Indonesia Dinilai Kehilangan Peradaban, Etika dan Moral Terabaikan
Paradapos.com - Aktivis senior Adhie M Massardi memberikan pernyataan tegas bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi kehilangan peradaban. Menurutnya, pondasi utama peradaban bukan semata hukum tertulis, melainkan etika dan moral yang harus menjadi landasan tertinggi.
"Peradaban ditentukan oleh etika dan moral yang posisinya lebih tinggi dari hukum tertulis. Ironisnya, di Indonesia saat ini hukum tertulis saja sering tidak dijalankan," ujar Adhie dalam diskusi dengan redaksi pada Jumat, 2 Desember 2026.
Hukum Tidak Ditegakkan, Kebohongan Menjadi Lumrah
Adhie M Massardi menyoroti parahnya penegakan hukum di Indonesia. Ketidakjelasan ini, menurutnya, mengikis nilai kejujuran dan justru membuat kebohongan serta manipulasi dianggap sebagai hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari.
"Tidak ada kejujuran. Kebohongan menjadi hal yang lumrah, manipulatif, dan korupsi pun akhirnya dianggap biasa," tegas Adhie.
Korupsi Merajalela sebagai Bukti Absennya Peradaban
Lebih lanjut, Adhie menilai praktik korupsi yang merajalela adalah bukti nyata hilangnya keadaban dalam sistem bernegara. Kondisi ini menunjukkan betapa rapuhnya fondasi moral di berbagai lapisan kekuasaan dan pemerintahan.
Perubahan Butuh Kekuatan yang Beradab dan Otoritatif
Adhie berpandangan bahwa perubahan kondisi bangsa tidak bisa hanya mengandalkan kesadaran individu atau kelompok kecil. Perbaikan mustahil dilakukan hanya dari level bawah seperti satu atau dua orang, atau bahkan satu kelurahan saja.
Oleh karena itu, Adhie menegaskan perlunya kehadiran sebuah kekuatan yang beradab dan memiliki otoritas untuk memastikan nilai-nilai kebaikan ditegakkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Harus ada kekuatan yang memaksa untuk kebaikan. Yang tidak baik harus dihukum," pungkas Aktivis senior Adhie M Massardi.
Artikel Terkait
Pengamat: Prabowo Santai Hadapi Manuver Politik Jokowi karena Paham Polanya
Rocky Gerung Kritik Alokasi Anggaran Pendidikan dan Fenomena Pelembagaan di Forum Yogyakarta
Pengamat Soroti Lima Indikator Keretakan Hubungan Politik Jokowi-Prabowo
Rocky Gerung Serukan Jaga Tradisi Intelektual Kritis Yogyakarta dari Intervensi Politik