Indonesia Kehilangan Peradaban? Analisis Kritis Etika, Moral, dan Hukum oleh Adhie M Massardi

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 01:50 WIB
Indonesia Kehilangan Peradaban? Analisis Kritis Etika, Moral, dan Hukum oleh Adhie M Massardi
Indonesia Kehilangan Peradaban? Analisis Kritis Etika dan Hukum

Indonesia Dinilai Kehilangan Peradaban, Etika dan Moral Terabaikan

Paradapos.com - Aktivis senior Adhie M Massardi memberikan pernyataan tegas bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi kehilangan peradaban. Menurutnya, pondasi utama peradaban bukan semata hukum tertulis, melainkan etika dan moral yang harus menjadi landasan tertinggi.

"Peradaban ditentukan oleh etika dan moral yang posisinya lebih tinggi dari hukum tertulis. Ironisnya, di Indonesia saat ini hukum tertulis saja sering tidak dijalankan," ujar Adhie dalam diskusi dengan redaksi pada Jumat, 2 Desember 2026.

Hukum Tidak Ditegakkan, Kebohongan Menjadi Lumrah

Adhie M Massardi menyoroti parahnya penegakan hukum di Indonesia. Ketidakjelasan ini, menurutnya, mengikis nilai kejujuran dan justru membuat kebohongan serta manipulasi dianggap sebagai hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari.

"Tidak ada kejujuran. Kebohongan menjadi hal yang lumrah, manipulatif, dan korupsi pun akhirnya dianggap biasa," tegas Adhie.

Korupsi Merajalela sebagai Bukti Absennya Peradaban

Lebih lanjut, Adhie menilai praktik korupsi yang merajalela adalah bukti nyata hilangnya keadaban dalam sistem bernegara. Kondisi ini menunjukkan betapa rapuhnya fondasi moral di berbagai lapisan kekuasaan dan pemerintahan.

Perubahan Butuh Kekuatan yang Beradab dan Otoritatif

Adhie berpandangan bahwa perubahan kondisi bangsa tidak bisa hanya mengandalkan kesadaran individu atau kelompok kecil. Perbaikan mustahil dilakukan hanya dari level bawah seperti satu atau dua orang, atau bahkan satu kelurahan saja.

Oleh karena itu, Adhie menegaskan perlunya kehadiran sebuah kekuatan yang beradab dan memiliki otoritas untuk memastikan nilai-nilai kebaikan ditegakkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Harus ada kekuatan yang memaksa untuk kebaikan. Yang tidak baik harus dihukum," pungkas Aktivis senior Adhie M Massardi.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar