Pertemuan itu, menurutnya, dilakukan dengan protokol ketat. "Tidak boleh bawa handphone, tidak boleh foto-foto," kata Mulyadi menegaskan suasana pertemuan yang tertutup itu.
Kritik atas Ketimpangan Pembangunan dan Sentralisasi Kekuasaan
Di hadapan Presiden, Mulyadi secara langsung menyampaikan kritiknya. Ia menyatakan bahwa pembangunan di Indonesia masih belum merata karena kekuasaan yang terlalu terkonsentrasi di Jakarta.
"Menteri meresmikan jembatan, foto-foto untuk propaganda, nggak ada hasilnya. Karena kekuasaan tidak diberikan kepada daerah," tegas Mulyadi mengutarakan pokok pikiran yang ia sampaikan kepada Jokowi kala itu.
Pernyataan dosen UI ini menyoroti tantangan besar dalam pemerataan pembangunan infrastruktur di Indonesia, di balik gencarnya pembangunan yang dilakukan selama pemerintahan Jokowi.
Artikel Terkait
Reshuffle Kabinet Prabowo: Juda Agung Calon Wamenkeu, Sugiono Digeser ke Menko PMK?
Kritik Sejarawan JJ Rizal: Menteri Muda Era Revolusi vs Menteri Barbie Masa Kini
Menteri PU Dody Hanggodo Terbata-bata Didesak DPR Soal Anggaran Bencana
Prodem Peringatkan Prabowo: Risiko Besar Jika Polri Dipindah dari Bawah Presiden