Rocky Gerung: Jokowi Diduga Tak Bisa Hidup Tenang Sebelum Kasus Hukum Terbukti

- Kamis, 29 Januari 2026 | 06:25 WIB
Rocky Gerung: Jokowi Diduga Tak Bisa Hidup Tenang Sebelum Kasus Hukum Terbukti
Analisis Kasus Jokowi: Rocky Gerung Sebut Mantan Presiden Tak Bisa Hidup Tenang

Rocky Gerung: Jokowi Diduga Tak Bisa Hidup Tenang Sebelum Kasus Hukum Terbukti

Pengamat politik Rocky Gerung menyatakan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diperkirakan tidak akan hidup dengan tenang selama berbagai kasus yang melibatkan dirinya dan keluarganya belum terbukti secara hukum.

Pernyataan ini disampaikan Rocky Gerung dalam podcast bersama jurnalis senior Hersubeno Arief, yang diunggah pada kanal YouTube pribadinya, Kamis, 29 Januari 2026.

Kasus Hukum Jokowi dan Keluarga Dinilai Belum Selesai

Rocky Gerung menegaskan bahwa sejumlah kasus yang terkait dengan mantan Presiden Jokowi, beserta para putra dan menantunya, hingga kini belum tuntas dalam proses hukum.

"Ketegangan politik yang mengaitkan tiga anak Presiden Jokowi dalam kasus-kasus koruptif, termasuk beliau sendiri dalam persoalan ijazah, sudah bertahun-tahun ada namun belum ada kesempatan untuk dibuktikan secara akademis," ujar Rocky Gerung.

Dinamika Kasus Ijazah Jokowi dan Peran Buzzer

Rocky Gerung memberikan contoh dengan mengamati dinamika terkini dalam kasus ijazah Jokowi. Di satu sisi, ada kelompok yang diwakili Roy Suryo yang semakin aktif membuktikan adanya indikasi kepalsuan secara akademik.

"Pembuktian-pembuktian yang dilakukan kelompok Roy Suryo semakin menunjukkan adanya metodologi yang jelas dalam proses tersebut," tuturnya.

Di sisi lain, Rocky Gerung melihat bahwa perlawanan dari kubu Jokowi justru mengandalkan kelompok buzzer di media sosial, tanpa disertai argumentasi yang kuat dan mendasar.

"Buzzer hanya menyatakan keyakinan bahwa ijazah Jokowi asli, sementara Jokowi sendiri memilih untuk melaporkan Roy Suryo cs," pungkas mantan Dosen Filsafat Universitas Indonesia itu.

Analisis Rocky Gerung ini menyoroti ketegangan politik dan hukum yang terus berlanjut pasca-kepemimpinan Joko Widodo, serta perdebatan publik yang masih menyelimuti beberapa kasus yang belum terselesaikan.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar