PARADAPOS.COM - Philip Morris International (PMI) menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk memperkuat peran PT HM Sampoerna Tbk sebagai pilar strategis dalam operasi globalnya. Pernyataan ini disampaikan oleh pimpinan PMI untuk kawasan Asia Pasifik, yang menyoroti kontribusi signifikan Sampoerna dalam inovasi, rantai pasok, dan pengembangan ekonomi Indonesia. Komitmen ini diwujudkan melalui investasi miliaran dolar dan pengembangan fasilitas produksi berteknologi tinggi di Karawang.
Posisi Strategis Sampoerna dalam Peta Global PMI
Sebagai afiliasi kunci, Sampoerna tidak hanya menjadi tulang punggung bisnis PMI di Indonesia, tetapi juga berperan sebagai hub ekspor untuk lebih dari 30 negara di kawasan Asia Pasifik. Perusahaan yang telah berusia lebih dari seabad ini dinilai memiliki rekam jejak dan fondasi bisnis yang kuat.
Vassilis Gkatzelis, President untuk wilayah East, South East Asia, Pacific, and Global Travel Retail PMI, menjelaskan bahwa kehadiran Sampoerna memperkuat daya saing global grup perusahaan. "PMI memandang Sampoerna sebagai pilar penting dalam transformasi perusahaan dan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia," ungkapnya. Menurut Gkatzelis, upaya ini memadukan skala bisnis, inovasi, dan kontribusi sosial untuk kemajuan yang berkelanjutan.
Investasi Nyata dan Pengembangan Fasilitas Canggih
Komitmen PMI diwujudkan dalam bentuk investasi besar. Sejak 2008, total investasi yang ditanamkan di Indonesia mencapai USD 6,4 miliar. Sebagian dari investasi tersebut, senilai USD 330 juta atau setara Rp 5,3 triliun, dialokasikan untuk membangun fasilitas produksi produk tembakau bebas asap di Karawang.
Fasilitas yang merupakan yang pertama di Asia Tenggara ini dilengkapi dengan Advanced Laboratory berstandar internasional. "Fasilitas ini merupakan satu-satunya laboratorium canggih PMI di seluruh Asia dan didukung oleh sekitar 200 tenaga ahli Indonesia yang berkualifikasi tinggi," papar Gkatzelis, yang pernah memimpin Sampoerna sebagai Presiden Direktur.
Dampak Ekonomi dan Dukungan pada Rantai Nilai
Kiprah Sampoerna memberikan dampak ekonomi yang luas. Riset independen pada 2025 menunjukkan bahwa aktivitas bisnis perusahaan berkontribusi terhadap pergerakan ekonomi hingga Rp 204,1 triliun per tahun, dengan efek multiplier yang signifikan. Dampak ini bersumber dari jaringan operasi yang masif.
Perusahaan menyerap lebih dari 90.000 tenaga kerja langsung dan tidak langsung, bermitra dengan puluhan ribu petani tembakau dan cengkih, serta mengelola jaringan produksi yang melibatkan banyak koperasi dan pengusaha lokal. Di sisi hilir, untuk produk tembakau bebas asap saja, Sampoerna telah menjalin kemitraan dengan lebih dari 600 UMKM di 20 kota.
Memperkuat Fondasi Usaha Rakyat dan Talenta Global
Di luar sektor inti, Sampoerna aktif mendukung program kemandirian ekonomi melalui Sampoerna Retail Community (SRC) yang menaungi ratusan ribu warung dan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) yang telah membina puluhan ribu peserta dan UMKM. Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat akar rumput.
Sementara itu, di bidang pengembangan sumber daya manusia, Sampoerna berperan sebagai pencetak talenta berkaliber global. Vassilis Gkatzelis menekankan bahwa kapabilitas profesional dari Indonesia, mulai dari teknologi informasi hingga rantai pasok, kini mendukung operasi PMI di 39 negara. "Hal ini memposisikan Indonesia sebagai pusat kapabilitas regional sekaligus mengangkat talenta lokal di panggung global," jelasnya. Saat ini, puluhan karyawan Sampoerna menduduki posisi strategis di berbagai negara.
Dukungan untuk Iklim Usaha yang Berkelanjutan
Dalam penutupannya, Gkatzelis menyampaikan apresiasi atas upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas industri, termasuk penindakan terhadap produk ilegal. Langkah tersebut dinilai krusial untuk menciptakan ekosistem persaingan yang sehat dan mendukung kontribusi jangka panjang industri legal terhadap perekonomian.
“Semua inisiatif Sampoerna berlandaskan pada Filosofi Tiga Tangan yang memastikan manfaat bagi konsumen dewasa; karyawan, mitra usaha, dan pemegang saham; serta masyarakat luas demi menciptakan kemajuan yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.
Artikel Terkait
Mahasiswa Protes Rencana Impor 105 Ribu Pikap India untuk Kopdes
Pakar Nilai ART dengan AS Cerminkan Kegagalan Negosiasi Tim Ekonomi
Peneliti Bela Keabsahan Ijazah Paket C Ketua BEM UGM yang Vokal Kritik Prabowo
Penyidik Polda Metro Jaya Periksa Saksi dari Lingkaran Jokowi Terkait Laporan Roy Suryo