PARADAPOS.COM - Mantan Kepala Kantor Kepresidenan, Hasan Nasbi, menilai pernyataan pengamat politik Saiful Mujani yang viral sebagai sebuah ajakan terang-terangan untuk menjatuhkan pemerintah, bukan sekadar analisis atau dugaan. Dalam tanggapannya, Nasbi menegaskan bahwa narasi semacam itu berbahaya dan berpotensi memicu aksi di luar koridor demokrasi yang sah, sehingga harus dilawan.
Pernyataan yang Dinilai Jelas dan Berbahaya
Hasan Nasbi menekankan bahwa pernyataan Saiful Mujani dalam video berdurasi penuh itu sudah sangat jelas dan tidak terbuka untuk multitafsir. Menurutnya, substansi masalahnya bukan pada kemungkinan teknis menjatuhkan pemerintah, melainkan pada normalisasi narasi yang dapat dianggap wajar, khususnya di kalangan generasi muda.
Ia mengkhawatirkan dampak dari penyebaran pemikiran yang meragukan dan mengajak untuk mengabaikan mekanisme demokrasi yang sudah baku, seperti pemilihan umum dan proses hukum impeachment.
“Tapi itu bukan diduga kan memang itu pernyataannya kan. Sudah firm itu itu pernyataannya. Dan pernyataannya kan enggak dipotong video tuh 4 menitan itu kan video utuh,” ujarnya dalam tayangan Bikin Terang, Minggu, 12 April 2026.
Demokrasi Bukan Tanpa Batas
Lebih lanjut, Nasbi mengingatkan bahwa demokrasi konstitusional memiliki rambu-rambu yang jelas. Kebebasan berekspresi, dalam pandangannya, tidak boleh mengorbankan tertib sosial dan stabilitas negara. Narasi yang dinilainya merusak tatanan ini perlu direspons secara tegas dan terbuka untuk mencegah misinterpretasi dan penyalahgunaan.
“Tapi pernyataannya sudah terang-berenderang kok. Kalau misalnya besoknya ada yang memakai pernyataan dia untuk turun ke jalan, sudah banyak pasal yang melekat dia,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa ada batasan yang harus dijaga dalam berdemokrasi. Prinsip tertib sosial, menurut Nasbi, harus menjadi panglima di atas segala bentuk kebebasan.
“Kalau menurut saya, mereka hari ini berpikir demokrasi itu bebas sebebas-bebasnya. Boleh ngomong apa aja termasuk ngomong kayak gitu. Padahal di atas demokrasi itu harusnya ada namanya tertib sosial,” pungkas mantan pejabat kepresidenan itu.
Konteks Viralnya Pernyataan Kontroversial
Pernyataan Saiful Mujani yang menjadi sorotan ini dilontarkan dalam sebuah acara pada 31 Maret 2026, dan dengan cepat menyebar di berbagai platform. Kontennya memicu perdebatan sengit di ruang publik, dengan banyak kalangan menilai ucapannya telah melampaui batas kritik politik yang sehat dan menjurus pada hasutan untuk menggulingkan kekuasaan secara inkonstitusional. Dalam rekaman yang beredar, terlihat pula Saiful Mujani menyatakan keraguan terhadap efektivitas mekanisme formal seperti impeachment.
Artikel Terkait
Isu Pengambilalihan Kendali Partai Mengintai Surya Paloh di Tengah Tekanan Bisnis
Pengamat Sarankan Pemerintah Tak Perlu Reaktif Tanggapi Setiap Usulan Luar
PAN Dorong JK Sampaikan Kritik Langsung ke Prabowo di Istana
Seskab Bantah Isu Chaos, Tegaskan Stabilitas Nasional Terjaga