Fahri Hamzah: Prabowo Seharusnya Jadi Presiden Sejak Seperempat Abad Lalu

- Selasa, 05 Mei 2026 | 12:50 WIB
Fahri Hamzah: Prabowo Seharusnya Jadi Presiden Sejak Seperempat Abad Lalu
PARADAPOS.COM - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto seharusnya telah memimpin Indonesia sejak seperempat abad lalu. Pernyataan ini ia sampaikan dalam sebuah kesempatan terbaru saat membahas perjalanan kepemimpinan Prabowo. Fahri menilai, sejak era reformasi, Prabowo sudah memiliki visi dan pemikiran matang untuk menjadi kepala negara, jauh sebelum akhirnya terpilih sebagai Presiden RI ke-8 pada Pilpres 2024.

Pandangan Fahri soal Kesiapan Prabowo

“Saya kan dari awal punya feeling bahwa seharusnya kan Pak Prabowo ini jadi presidennya itu kan sudah seperempat abad yang lalu,” ujar Fahri Hamzah. Menurut politikus yang kini berada di lingkaran pemerintahan itu, pernyataan ini sekaligus menepis kritik yang kerap dialamatkan kepada Presiden Prabowo, termasuk soal perjalanan luar negeri yang dituding sebagai pemborosan. Fahri menegaskan bahwa Prabowo adalah sosok patriotik yang telah mempersiapkan diri selama puluhan tahun untuk membawa Indonesia lebih maju.

Optimisme Menuju Kekuatan Global

Fahri Hamzah optimistis bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo, Indonesia tengah melangkah menuju posisi sebagai kekuatan global atau superpower baru. Ia menekankan bahwa langkah-langkah yang diambil Presiden saat ini bukanlah tanpa perhitungan, melainkan bagian dari rencana jangka panjang yang sudah dirancang sejak lama.

Narasi yang Menguat di Publik

Hingga kini, pernyataan Fahri semakin memperkuat narasi bahwa Prabowo adalah pemimpin yang “ditakdirkan” memimpin Indonesia pada saat yang tepat, meski menurutnya seharusnya terjadi jauh lebih cepat. Isu ini ramai dibahas di media sosial dan kalangan politik, menjadikannya bahan diskusi hangat di berbagai platform.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler