Akademisi Universitas Sahid Jakarta menilai, tidak mungkin partai politik (parpol) akan begitu saja memberikan rekomendasi bagi kandidat cagub, termasuk misalnya kepada Anies, butuh kalkulasi yang matang untuk menentukannya.
Terlebih dalam tingkatan provinsi pasti banyak kandidat internal yang berasal dari kader parpol untuk dimajukan dalam kontestasi pilgub.
"Jika dikalkulasi memang sudah tepat bagi parpol untuk lebih mendahulukan kader-kader potensialnya, karena jika mendukung Anies maka tidak ada ikatan emosional kepada parpol yang mendukungnya,” jelas Saiful.
“Dan bukan tidak mungkin justru akan berseberangan dengan parpol pengusung pada kontestasi pilpres misalnya, maka hal tersebut menjadi beban bagi parpol dalam mengusung Anies sebagai cagub pada Pilkada Jakarta mendatang," pungkasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Respons Gibran Soal Harga BBM Rp25 Ribu di Papua Viral, Tuai Pro Kontra Netizen
Rustam Effendi Beberkan Nasihat Rizal Ramli: Hati-hati, Eggi Sudjana Bisa Balik Badan
NasDem Sindir Partai Gerakan Rakyat Usung Anies Capres: Pilpres 2029 Masih Lama
Pertemuan Eggi Sudjana dan Damai Lubis dengan Jokowi: Diplomasi Tingkat Tinggi dan Rekonsiliasi Politik