INSIDEN4.COM - Lukman Fahmi,S.HI.,MH., selaku Anggota Divisi Hukum Pencegahan Parmas dan Humas Bawaslu Kota Salatiga mengatakan bahwa rencananya akan copot baliho caleg dan capres.
Dihubungi Insiden4.com melalui Whatsapp, Jumat 29 Desember 2023.
Menjawab pertanyaan paradapos.com tentang adanya baliho para caleg dan capres-wapres yang masih terpasang walau sudah dipasangi pita hitam.
Fahmi mengatakan bahwa sekitar tanggal 10 Bawaslu akan melakukan penertiban bersama tim dan stakeholder.
Dalam kaitan dengan pemasangan baliho yang menggunakan pohon hidup di pinggir jalan sebagai tonggak Fahmi mengatakan bahwa itu wewenang Dinas Lingkungan Hidup Kota Salatiga.
“Sebelum itu akan ada rapat koordinasi, harapannya Dinas Lingkungan Hidup bisa koordinasi ke Bawaslu agar penertiban bisa serempak bersama tim terkait,” ujarnya.
Baca Juga: Pengumuman SNBP 2024: Mengetahui dan Memahami Kuota Sekolah dan Pendaftaran SNBP 2024
Fahmi pun memberikan himbauan agar para peserta peserta pemilu untuk menertibkan alat peraga kampanye miliknya.
“Kami menghimbau agar mereka yang melanggar menertibkan secara mandiri. Karena pemasangan APK yang melanggar akan memunculkan persepsi atau penilaian buruk masyarakat,” bebernya.
“Peserta pemilu termasuk caleg, sebaiknya segera mencopot baliho tersebut, karena bila sudah ditegur dan belum dilakukan pencopotan, hal tersebut akan merugikan bagi peserta pemilu itu sendiri,” ungkapnya.
Fahmi juga menghimbau Dinas Lingkungan Hidup dalam kaitan dengan paku Baliho yang melukai pohon agar DLH bersurat ke Bawaslu terkait pemberitahuan akan dilakukan penertiban, termasuk ke satpol PP.
“Walau demikian sebelum dilakukan penertiban beri kesempatan kepada peserta pemilu untuk menertibkan sendiri,” lanjutnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: insiden24.com
Artikel Terkait
Hasto Kritisi Pasal 33 UUD 1945: Kekayaan Alam Papua dan Aceh Tak Sebanding dengan Tingkat Kemiskinan Rakyat
Hasto Kristiyanto Kritik Demokrasi Sentralistik dan Sistem Hukum di Peringatan Hari Lahir Pancasila
Hasto Kristiyanto Sebut Indonesia Berubah Jadi Negara Otoriter Populis di Periode Kedua Jokowi
Megawati Berduka: Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia, Sang Jenderal Tegas dan Negarawan Sejati