IHSG Cetak Rekor Tertinggi Akhir Oktober 2025: Analisis Lengkap Kinerja dan Prospek

- Sabtu, 01 November 2025 | 03:15 WIB
IHSG Cetak Rekor Tertinggi Akhir Oktober 2025: Analisis Lengkap Kinerja dan Prospek

IHSG Cetak Rekor Tertinggi, Reli 4 Bulan Beruntun hingga Akhir Oktober

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Oktober 2025 dengan catatan impresif, melanjutkan reli selama empat bulan berturut-turut. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup pada level 8.163,88 dengan kenaikan bulanan sebesar 1,28% meski mengalami koreksi mingguan 1,30%.

Kinerja IHSG Sepanjang 2025

Sejak awal tahun, IHSG telah menunjukkan performa luar biasa dengan melonjak 15,31%. Pemulihan ini terutama terjadi setelah fase kritis pada Februari hingga April 2025, dimana pasar sempat tertekan isu perang dagang Amerika Serikat-China dan menurunnya minat investor asing.

Faktor Pendongkrak IHSG

Reli berkelanjutan IHSG didukung oleh beberapa faktor kunci:

Likuiditas Domestik yang Kuat

Penguatan indeks terutama ditopang oleh likuiditas domestik yang tinggi dari investor ritel dan institusi lokal. Mereka aktif masuk ke saham-saham berkapitalisasi besar, termasuk konglomerasi seperti Grup Barito milik Prajogo Pangestu.

Katalis Eksternal Positif

Keputusan Federal Reserve memangkas suku bunga 25 basis poin akhir Oktober memberikan dorongan signifikan bagi aset berisiko di pasar negara berkembang. Selain itu, kesepakatan dagang sementara AS-China berhasil meredakan kekhawatiran pelambatan ekonomi global.

Rotasi Sektor dan Rebalancing

Penyesuaian komposisi indeks dan rotasi sektor turut memperkuat reli IHSG. Saham blue chip di sektor perbankan, energi, dan konsumen mencatat penguatan signifikan di tengah volatilitas akibat rebalancing MSCI.

Rekor All-Time High Terbaru

IHSG berhasil mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) pada perdagangan intraday Senin, 27 Oktober 2025, dengan menyentuh level 8.354,67. Pencapaian ini semakin mengukuhkan momentum bullish yang berlangsung sejak Juli 2025.

Tantangan dan Prospek Ke Depan

Meski menunjukkan ketahanan yang baik, reli IHSG masih menghadapi beberapa tantangan. Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih lebih dari Rp12,90 triliun selama 6 bulan terakhir. Potensi koreksi tetap terbuka jika sentimen global memburuk atau realisasi kerja sama dagang belum konkret.

Namun secara keseluruhan, pasar saham Indonesia terus menunjukkan optimisme dan ketahanan di tengah ketidakpastian global, dengan likuiditas domestik menjadi penopang utama pergerakan indeks.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar