Ledakan Saham Nvidia! GTC 2025 Pacu Nilai Pasar Mendekati Rekor USD 5 Triliun

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 18:15 WIB
Ledakan Saham Nvidia! GTC 2025 Pacu Nilai Pasar Mendekati Rekor USD 5 Triliun

Nvidia Dekati Rekor Nilai Pasar USD 5 Triliun Setelah GTC 2025

Nvidia mendekati rekor nilai pasar senilai USD 5 triliun setelah serangkaian pengumuman dalam konferensi GTC 2025 yang mendorong kenaikan sahamnya hingga 5 persen. Perusahaan chip ini memperkenalkan berbagai inovasi dan kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi ternama.

Kemitraan dan Inovasi Nvidia di GTC 2025

Dalam acara tahunan GPU Technology Conference (GTC), Nvidia mengumumkan kolaborasi dengan Uber, Palantir, Nokia, dan Oracle. Berbagai inisiatif baru diluncurkan mencakup bidang komputasi, robotika, kendaraan otonom, kedokteran, dan telekomunikasi, memperkuat posisi Nvidia di era kecerdasan buatan.

Pidato CEO Jensen Huang dan Pertumbuhan Saham

CEO Jensen Huang, dengan gaya khasnya, menyampaikan berbagai pengumuman penting dalam pidato utamanya. Saham Nvidia meroket 5 persen pasca konferensi dan ditutup pada harga USD 201,03, mencatat kenaikan kumulatif 50 persen sepanjang tahun 2025.

Nilai Pasar Nvidia Mendekati USD 5 Triliun

Nilai pasar Nvidia mencapai USD 4,89 triliun pada penutupan perdagangan Selasa, mendekati angka psikologis USD 5 triliun. Pencapaian ini hanya berselang beberapa bulan sejak perusahaan menembus USD 4 triliun pada Juli 2025.

Diversifikasi Bisnis Redam Kekhawatiran Gelembung AI

Menurut Jensen Huang, kesuksesan Nvidia tidak lepas dari dukungan ekosistem mitra. Analis menilai diversifikasi kemitraan di berbagai sektor membantu meredam kekhawatiran investor mengenai gelembung AI, didukung ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.

Proyeksi Belanja Modal dan Tantangan Keberlanjutan

Dengan proyeksi belanja modal USD 3 triliun untuk pengembangan pusat data dan kemampuan AI, muncul pertanyaan mengenai keberlanjutan investasi tersebut. Namun, para pendukung berargumen bahwa infrastruktur merupakan fase krusial yang harus dilalui dalam setiap lompatan teknologi.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar