Momen Viral PM Jepang Sanae Takaichi Dekati Prabowo di KTT APEC 2025, Ini Isi Pidato Tolak Serakahnomics

- Sabtu, 01 November 2025 | 13:25 WIB
Momen Viral PM Jepang Sanae Takaichi Dekati Prabowo di KTT APEC 2025, Ini Isi Pidato Tolak Serakahnomics
Viral Momen PM Jepang Sanae Takaichi Dekati Prabowo di KTT APEC 2025 - Paradapos

Viral Momen PM Jepang Sanae Takaichi Dekati Prabowo di KTT APEC 2025

PARADAPOS.COM - Sebuah momen tak biasa antara Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto menjadi sorotan publik dunia. Kejadian hangat ini terjadi di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 di Gyeongju, Korea Selatan.

Dalam video yang viral di media sosial, PM Takaichi terlihat secara spontan menggeser kursi rodanya untuk mendekati Prabowo yang duduk di sampingnya. Video keakraban kedua pemimpin ini langsung menyita perhatian netizen Indonesia.

Detik-Detik PM Jepang Sanae Takaichi Dekati Prabowo Subianto

Awalnya, Prabowo Subianto tampak fokus mempelajari dokumen di atas mejanya dengan tanda negara Indonesia terpampang jelas. Tak lama kemudian, Sanae Takaichi yang duduk di sebelah kanannya melihat ke arah Prabowo dan mendorong kursinya mendekat.

Menyadari hal tersebut, Presiden Prabowo segera menoleh dan memberikan salam hormat kepada pemimpin Jepang itu. Takaichi membalas dengan senyuman ramah sebelum keduanya terlihat berbincang singkat sambil menunjuk beberapa dokumen di meja.

Interaksi spontan ini memicu berbagai spekulasi di dunia maya mengenai kemungkinan pembicaraan diplomasi ekonomi dan hubungan bilateral Indonesia-Jepang.

Pidato Prabowo di KTT APEC: Ekonomi Inklusif dan Tolak Serakahnomics

Dalam forum APEC 2025 tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperkuat kerja sama ekonomi yang adil, terbuka, dan inklusif di kawasan Asia-Pasifik.

"Indonesia berkomitmen terhadap sistem perdagangan multilateral berbasis aturan dengan WTO sebagai intinya. Ini penting agar semua pihak dapat bersaing secara setara," tegas Prabowo dalam pidatonya di hadapan para pemimpin ekonomi dunia.

Prabowo mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tidak inklusif berpotensi memicu ketimpangan dan konflik antarnegara. "Pertumbuhan yang tidak inklusif adalah pertumbuhan yang memecah belah. APEC harus memastikan manfaat perdagangan dan investasi dapat dirasakan oleh semua pihak," paparnya.

Presiden juga menyerukan bahaya serakahnomics atau ekonomi serakah (greed economy) yang dapat menghambat pertumbuhan global. Menurutnya, dunia saat ini tidak hanya menghadapi persoalan ekonomi, tetapi juga ancaman keserakahan yang terwujud dalam korupsi, penyelundupan, dan penipuan.

"Di Indonesia, kami sedang berupaya keras memerangi korupsi, penipuan, serta berbagai praktik ekonomi serakah yang menjadi penghalang bagi pertumbuhan sejati," ungkap Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa fenomena serakahnomics merupakan tantangan global yang memerlukan komitmen bersama untuk diatasi. "Kita semua menghadapi tantangan besar — korupsi, penyelundupan, dan penipuan. Kerja sama antarnegara anggota APEC menjadi sangat penting," tegasnya.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar