Dampak Shutdown AS: 10.000+ Penerbangan Ditunda & Dibatalkan, Ini Penyebabnya

- Senin, 10 November 2025 | 01:50 WIB
Dampak Shutdown AS: 10.000+ Penerbangan Ditunda & Dibatalkan, Ini Penyebabnya
Shutdown AS Catat Rekor, 10.000 Penerbangan Ditunda dan Dibatalkan

Shutdown Pemerintah AS Pecahkan Rekor, 10.252 Penerbangan Terdampak

Pemerintah Amerika Serikat (AS) masih mengalami shutdown, mencatatkan rekor terpanjang dalam sejarah negara tersebut yang telah mencapai 40 hari. Kondisi ini memicu krisis di sektor penerbangan dengan lebih dari 10.000 penerbangan yang dibatalkan dan ditunda.

Penyebab Utama Shutdown Terpanjang di AS

Kongres AS hingga kini belum berhasil mengesahkan rancangan anggaran, meski telah menggelar belasan kali sidang. Kebuntuan politik antara Partai Republik dan Partai Demokrat terjadi terutama terkait isu subsidi perawatan medis atau tunjangan kesehatan, yang menjadi titik tengkar utama.

Dampak Shutdown pada Penerbangan Domestik dan Internasional

Berdasarkan data dari situs pelacakan penerbangan FlightAware, dampak shutdown telah menyebabkan total 10.252 penerbangan mengalami gangguan. Rinciannya, 7.954 penerbangan mengalami penundaan, sementara 2.298 penerbangan lainnya terpaksa dibatalkan.

Penyebab Gangguan Penerbangan dan Ancaman Pemangkasan

Gangguan besar-besaran ini terjadi karena banyak petugas air traffic control (ATC) yang merupakan pegawai federal, dirumahkan akibat tidak menerima gaji. Otoritas penerbangan AS bahkan telah mengumumkan rencana memangkas jumlah penerbangan hingga 10 persen jika shutdown terus berlanjut.

Peringatan Presiden Trump dan Dampak Keamanan Nasional

Presiden Donald Trump telah memperingatkan bahwa dampak shutdown terhadap sektor penerbangan sangat riskan dan dapat membahayakan keamanan nasional.

Sejarah Shutdown dan Dampak ke Depan

Shutdown ini bermula ketika tahun fiskal yang sedianya dimulai pada 1 Oktober tidak disertai dengan disahkannya rancangan anggaran oleh Kongres. Rekor shutdown terpanjang sebelumnya, yaitu 35 hari, juga terjadi pada masa pemerintahan Trump periode pertama. Trump disebut akan memanfaatkan momentum ini untuk melakukan PHK massal terhadap pegawai pemerintah serta memangkas anggaran gaji.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar