Iran Ancam Ratakan Israel Jika Diserang: Netanyahu Hubungi Putin untuk Meredam Ketegangan

- Selasa, 06 Januari 2026 | 13:50 WIB
Iran Ancam Ratakan Israel Jika Diserang: Netanyahu Hubungi Putin untuk Meredam Ketegangan

Di sisi lain, ketegangan ini memicu respons dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Menurut laporan media Israel yang dikutip Anadolu, Netanyahu meminta bantuan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyampaikan pesan kepada Iran.

Pesan tersebut berisi penegasan bahwa Israel tidak memiliki niat untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Laporan dari lembaga penyiaran KAN menyebutkan, permintaan ini disampaikan untuk meredam kekhawatiran Iran yang mungkin melakukan serangan pendahuluan.

Namun, pesan ini tampak bertolak belakang dengan pernyataan Netanyahu di depan Knesset pada Senin (5/1/2026). Saat itu, ia mengirim pesan ancaman bahwa jika Israel diserang, Iran akan menghadapi "konsekuensi yang sangat parah".

Kekhawatiran Miskalkulasi dan Eskalasi

Laporan lebih lanjut menyebutkan adanya kekhawatiran di kalangan pemerintahan Israel mengenai potensi miskalkulasi oleh Iran. Kekhawatiran ini muncul dari ketakutan Teheran akan diserang kembali oleh Israel, yang justru bisa memicu serangan pendahuluan dari Iran.

Beberapa pekan terakhir, kepemimpinan politik dan keamanan Israel dikabarkan telah menggelar serangkaian diskusi intensif terkait ancaman keamanan, dengan fokus utama pada Iran.

Halaman:

Komentar