Di sisi lain, ketegangan ini memicu respons dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Menurut laporan media Israel yang dikutip Anadolu, Netanyahu meminta bantuan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyampaikan pesan kepada Iran.
Pesan tersebut berisi penegasan bahwa Israel tidak memiliki niat untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Laporan dari lembaga penyiaran KAN menyebutkan, permintaan ini disampaikan untuk meredam kekhawatiran Iran yang mungkin melakukan serangan pendahuluan.
Namun, pesan ini tampak bertolak belakang dengan pernyataan Netanyahu di depan Knesset pada Senin (5/1/2026). Saat itu, ia mengirim pesan ancaman bahwa jika Israel diserang, Iran akan menghadapi "konsekuensi yang sangat parah".
Kekhawatiran Miskalkulasi dan Eskalasi
Laporan lebih lanjut menyebutkan adanya kekhawatiran di kalangan pemerintahan Israel mengenai potensi miskalkulasi oleh Iran. Kekhawatiran ini muncul dari ketakutan Teheran akan diserang kembali oleh Israel, yang justru bisa memicu serangan pendahuluan dari Iran.
Beberapa pekan terakhir, kepemimpinan politik dan keamanan Israel dikabarkan telah menggelar serangkaian diskusi intensif terkait ancaman keamanan, dengan fokus utama pada Iran.
Artikel Terkait
AS Tarik Diri dari 66 Organisasi Internasional: Dampak & Respons Indonesia
Iran Siaga Tempur Tertinggi, Trump Peringatkan Serangan: Analisis Lengkap Krisis
Rusia Kerahkan Kapal Perang Usai AS Sita Kapal Tanker Minyak: Analisis Eskalasi Ketegangan
AS Sita Dua Kapal Tanker Minyak Terkait Venezuela dan Rusia: Kronologi & Dampak Sanksi