Iran Aktifkan Siaga Tempur Level Tertinggi, Ancaman Militer AS-Israel Meningkat
Teheran - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memasuki fase kritis. Angkatan Bersenjata Iran secara resmi ditempatkan pada tingkat kesiagaan militer tertinggi sebagai antisipasi serangan dari Amerika Serikat dan Israel. Langkah ini diambil di tengah situasi dalam negeri Iran yang juga memanas akibat gelombang protes besar-besaran.
Kesiapan Tempur 400 Unit Militer dan Ancaman ke Israel
Brigadir Jenderal Morteza Ghorbani, penasihat senior Panglima Tertinggi IRGC, mengonfirmasi kesiapan tempur penuh. "Sedikitnya 400 unit dari IRGC dan angkatan darat telah disiapkan untuk menghancurkan setiap agresi," tegasnya seperti dikutip Newsweek.
Ghorbani menyampaikan peringatan keras, khususnya kepada Israel. "Mereka sudah siap. Jika terjadi agresi, mereka akan meratakan Israel dengan tanah. Berdiri dengan tangan di atas pelatuk," ujarnya kepada kantor berita Mehr. Kesiapan ini mencakup penguatan sistem rudal dan pangkalan militer di lokasi strategis.
Peringatan Keras Donald Trump dan Ancaman Intervensi
Dari Washington, Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras kepada pemerintah Iran agar tidak menggunakan kekerasan mematikan terhadap para pengunjuk rasa. Trump mengisyaratkan kemungkinan intervensi militer AS jika situasi memburuk.
"Iran akan 'dipukul dengan sangat keras' jika pasukan keamanan mereka membunuh lebih banyak demonstran," tegas Trump. Peringatan ini disampaikan saat dukungan AS kepada Israel untuk menyerang program nuklir Iran juga menguat, meningkatkan kekhawatiran akan operasi militer gabungan.
Krisis Dalam Negeri dan Tuduhan Khamenei
Ancaman eksternal datang berbarengan dengan krisis internal Iran. Protes akibat krisis ekonomi dan anjloknya nilai tukar rial telah berlangsung selama dua pekan. Laporan hak asasi manusia mencatat puluhan korban jiwa dan ratusan penangkapan.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuduh para pengunjuk rasa dimanfaatkan pihak asing. "Kita harus mengenali taktik musuh. Mereka melihat ini sebagai kesempatan," ujar Khamenei. Ia memerintahkan aparat untuk menindak tegas apa yang disebutnya sebagai "perusuh".
Efek Domino dari Penangkapan Maduro dan Ketakutan Teheran
Ketegangan semakin menjadi-jadi setelah aksi dramatis AS menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Peristiwa ini memicu kecemasan mendalam di kalangan elite Iran bahwa Washington tidak segan menggunakan kekuatan militer untuk menggulingkan rezim yang berseberangan.
Beredar pula laporan mengenai rencana darurat bagi petinggi Iran untuk mengungsi ke Moskow, meski hal ini sulit dikonfirmasi. Kombinasi tekanan dari dalam dan luar negeri ini menjadikan situasi Iran saat ini sebagai salah satu titik terpelik dalam beberapa tahun terakhir.
Artikel Terkait
Media Malaysia Soroti Rencana Akuisisi Destroyer TF-2000 Turki, Indonesia Dinilai Perkuat Ambisi Blue-Water Navy
Militer Iran Tembak Jatuh Jet Tempur F-15E AS dengan Rudal Portabel China, Dua Pilot Selamat Dievakuasi Berhari-hari
UEA Ikut Serang Iran pada Fase Awal Perang dengan Dukungan Intelijen AS dan Israel
Hamas Kecam Perintah Netanyahu Perluas Pendudukan ke 70 Persen Wilayah Gaza