Indonesia Resmi Terpilih Menjadi Presiden Dewan HAM PBB untuk Tahun 2026
Jenewa – Indonesia mencatat sejarah baru dengan terpilih secara resmi sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (Human Rights Council/HRC) untuk periode tahun 2026. Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro, ditunjuk untuk memegang tampuk kepemimpinan sebagai Presiden ke-20 lembaga global tersebut.
Komitmen Indonesia pada Multilateralisme dan HAM Universal
Dalam pidato pelantikannya pada Organizational Meeting of the Human Rights Council, Sidharto menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan komitmen kuat Indonesia terhadap tatanan multilateral dan perlindungan hak asasi manusia yang universal.
“Indonesia telah menjadi pendukung kuat Dewan HAM sejak awal. Kami secara konsisten berupaya bertindak konstruktif dan menjadi jembatan di tengah perbedaan pandangan,” ujar Sidharto.
Dasar Konstitusional dan Dukungan Kepemimpinan Nasional
Keputusan Indonesia untuk maju sebagai Presiden berakar pada mandat konstitusional UUD 1945, yang sejalan dengan Piagam PBB. Mandat ini diperkuat oleh pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Sidang Umum PBB ke-80, yang menyerukan tatanan multilateral yang inklusif.
Artikel Terkait
Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji, Kekayaan Naik Rp1 Miliar
Pemuda Muhammadiyah Klarifikasi: Tidak Terlibat Laporan Hukum ke Pandji Pragiwaksono
Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK: Kronologi Kasus Korupsi Kuota Haji 2025
Roy Suryo Laporkan 7 Pendukung Jokowi ke Polda Metro Jaya Soal Ijazah Palsu: Kronologi & Perkembangan Kasus