Menariknya, seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa Rusia sempat mengerahkan aset angkatan laut dan kapal selam untuk melindungi Bella 1, meski kedekatan posisi mereka saat penyitaan belum jelas.
Penyitaan Kapal Kedua di Karibia dan Peringatan Tegas AS
Selain Bella 1, AS juga menyita satu kapal tanker lainnya di kawasan Karibia. Kapal ini juga dianggap tidak memiliki kewarganegaraan dan diduga terlibat aktivitas ilegal.
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, memberikan pernyataan tegas melalui media sosial. "Para penjahat dunia telah diberi peringatan. Kalian bisa lari, tetapi kalian tidak bisa bersembunyi," ujarnya.
Pernyataan Gedung Putih dan Komitmen Atas Sanksi
Gedung Putih menegaskan bahwa Presiden Donald Trump tidak gentar dengan potensi peningkatan ketegangan dengan negara seperti Rusia dan China akibat tindakan ini. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa Presiden Trump akan terus menegakkan kebijakan yang terbaik untuk Amerika Serikat, termasuk memberlakukan embargo terhadap semua kapal armada gelap yang mengangkut minyak secara ilegal.
Artikel Terkait
Larangan Drama CEO Kaya & Si Miskin di China: Alasan NRTA & Dampak ke Industri
AS Tarik Diri dari 66 Organisasi Internasional: Dampak & Respons Indonesia
Iran Siaga Tempur Tertinggi, Trump Peringatkan Serangan: Analisis Lengkap Krisis
Rusia Kerahkan Kapal Perang Usai AS Sita Kapal Tanker Minyak: Analisis Eskalasi Ketegangan