"Iran akan 'dipukul dengan sangat keras' jika pasukan keamanan mereka membunuh lebih banyak demonstran," tegas Trump. Peringatan ini disampaikan saat dukungan AS kepada Israel untuk menyerang program nuklir Iran juga menguat, meningkatkan kekhawatiran akan operasi militer gabungan.
Krisis Dalam Negeri dan Tuduhan Khamenei
Ancaman eksternal datang berbarengan dengan krisis internal Iran. Protes akibat krisis ekonomi dan anjloknya nilai tukar rial telah berlangsung selama dua pekan. Laporan hak asasi manusia mencatat puluhan korban jiwa dan ratusan penangkapan.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuduh para pengunjuk rasa dimanfaatkan pihak asing. "Kita harus mengenali taktik musuh. Mereka melihat ini sebagai kesempatan," ujar Khamenei. Ia memerintahkan aparat untuk menindak tegas apa yang disebutnya sebagai "perusuh".
Efek Domino dari Penangkapan Maduro dan Ketakutan Teheran
Ketegangan semakin menjadi-jadi setelah aksi dramatis AS menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Peristiwa ini memicu kecemasan mendalam di kalangan elite Iran bahwa Washington tidak segan menggunakan kekuatan militer untuk menggulingkan rezim yang berseberangan.
Beredar pula laporan mengenai rencana darurat bagi petinggi Iran untuk mengungsi ke Moskow, meski hal ini sulit dikonfirmasi. Kombinasi tekanan dari dalam dan luar negeri ini menjadikan situasi Iran saat ini sebagai salah satu titik terpelik dalam beberapa tahun terakhir.
Artikel Terkait
Larangan Drama CEO Kaya & Si Miskin di China: Alasan NRTA & Dampak ke Industri
AS Tarik Diri dari 66 Organisasi Internasional: Dampak & Respons Indonesia
Rusia Kerahkan Kapal Perang Usai AS Sita Kapal Tanker Minyak: Analisis Eskalasi Ketegangan
AS Sita Dua Kapal Tanker Minyak Terkait Venezuela dan Rusia: Kronologi & Dampak Sanksi